Cadangan Beras Capai 4,5 Juta Ton, Rekor Sejak Kemerdekaan

Kartika D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Cadangan Beras Capai 4,5 Juta Ton, Rekor Sejak Kemerdekaan

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai cadangan beras nasional mencapai 4,5 juta ton, sebuah rekor tertinggi sejak kemerdekaan. Pernyataan ini diucapkan saat beliau meninjau gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 05 April 2026.

Di lapangan, Amran menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh. Ia berkata, “Jadi ini kita cek beneran mulai depan, samping, belakang kita cek jangan sampai di depan penuh, di belakang kosong. Dulu gudang Bulog di Sulawesi Selatan itu penuh maksimal terisi 300 ribu ton. Hari ini 700 ribu ton seluruh Sulawesi Selatan, tetapi seluruh Indonesia sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik berdiri.”

Ia menambahkan bahwa lonjakan stok beras merupakan hasil nyata kebijakan pemerintah. “Mulai dari peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, penurunan harga pupuk bersubsidi, transformasi pertanian modern, serta berbagai kebijakan strategis lainnya,” ujarnya.

Amran menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo, program prioritas utama, terbukti meningkatkan produksi beras dalam waktu singkat, hanya satu tahun. Ia menegaskan, “Jadi nggak usah diragukan, sekarang ini arahan Bapak Presiden Prabowo, program prioritas utama Presiden, itu terbukti bisa menaikkan produksi beras, pangan dalam waktu yang singkat, hanya satu tahun.”

Stok saat ini bahkan melampaui kapasitas gudang yang tersedia. “Kapacitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Nah ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan ke depan itu 10 hari, 20 hari stok sudah 5 juta ton,” jelas Amran.

Di tingkat daerah, peningkatan stok juga terlihat, terutama di Sulawesi Selatan yang kini mencapai sekitar 761 ribu ton atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Ia menegaskan, “Pernah nggak dengar Republik Indonesia punya beras stok 5 juta ton? Jadi nggak usah khawatir, pangan aman.”

Amran menegaskan bahwa kondisi stok melimpah telah diverifikasi langsung melalui pengecekan menyeluruh di lapangan. Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dan aman dalam jangka panjang. “Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” pungkasnya.

Kesimpulannya, pencapaian cadangan beras nasional mencapai 4,5 juta ton menandai keberhasilan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras secara cepat. Peningkatan kapasitas penyimpanan melalui sewa gudang menunjukkan kesiapan pemerintah menghadapi kebutuhan pangan jangka panjang.

cadangan beras nasionalPerum Bulogkebijakan pemerintahPrabowoketersediaan pangankapasitas gudang

Komentar

Memuat komentar...