Cakra Berhasil Diselamatkan Dari Jurang 375m Semeru

Mira T. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Cakra Berhasil Diselamatkan Dari Jurang 375m Semeru

Gambar atau konten salah?

Cakra (18) terperosok ke dalam jurang setinggi 375 meter di Gunung Semeru pada 01 Juni 2026. Operasi penyelamatan berlangsung selama hampir satu minggu, hingga 05 Juni 2026 pukul 19.26 WIB, ketika tim SAR gabungan berhasil membawa Cakra dan dua pendaki lain ke posko.

Tim SAR melakukan evakuasi secara estafet. Mereka melewati jalur pendakian yang curam, menembus beberapa lokasi longsor, dan menavigasi tanah yang tertutup debu vulkanik. Menjelang sore, kabut mulai menutupi pandangan, sehingga kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menekankan pentingnya kehati-hatian: “Kondisi permukaan tanah di beberapa lokasi tertutup debu vulkanik dan menjelang sore hari tim SAR gabungan harus lebih berhati-hati lagi karena kabut sudah mulai menutup pandangan,” ujarnya pada 06 Juni 2026.

Di tengah perjalanan, tim meminta waktu istirahat pada pukul 14.30 WIB. Setelah itu, empat personel tambahan dibawa untuk logistik dan membantu evakuasi. Ketika tiba di posko, paramedis Dinas Kesehatan Kabupaten Malang langsung menanganinya bersama dua pendaki lain, lalu menyerahkan Cakra kepada keluarga dalam kondisi selamat.

Proses evakuasi memerlukan metode slope rescue karena Cakra mengalami dislokasi pada pergelangan kaki kanan. Nanang menjelaskan: “Supaya meminimalisir pergerakan dan agar tidak semakin bengkak maka kaki survivor memang harus dibidai,” dan menambahkan bahwa metode ini sering dipakai di medan miring seperti gunung. Cakra diposisikan terlentang di flexible atau rolling stretcher, diamankan dengan tali, dan penarikan dilakukan bergantian sambil tetap waspada terhadap medan yang terjal.

Setidaknya 60 orang terlibat dalam operasi penyelamatan, yang dimulai sejak 02 Juni 2026. Tim SAR memulai pencarian setelah Cakra mengirimkan titik koordinat terakhir dan meminta pertolongan kepada orang tua sebelum komunikasi terputus. Pencarian berakhir pada 02 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, ketika korban ditemukan. Dari posko, tim harus menempuh perjalanan 8 jam untuk mencapai lokasi Cakra.

Menurut Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta, Tjahja Nugraha, pendaki tersebut melakukan pendakian melalui akses tidak resmi dari jalur Candi Jawar Purbakala di Ampelgading. “Jalur yang digunakan bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola oleh Balai Besar TNBTS, hingga saat ini pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup sehubungan dengan aktivitas vulkanologi,” jelas Nugraha pada 30 Mei 206.

Setelah ditemukan, Cakra harus dievakuasi dari jurang menggunakan slope rescue. Nanang menegaskan: “Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR Gabungan yang ada di atas baru kemudian dari atas akan ditandu untuk turun menuju ke posko,” menutup narasi tentang proses evakuasi.

Operasi ini menegaskan bahwa pendakian ilegal di wilayah yang masih menutup karena aktivitas vulkanologi dapat menimbulkan risiko besar. Penyelamatan memerlukan koordinasi intensif, teknik khusus, dan kesiapan fisik tim SAR, sekaligus menyoroti pentingnya mengikuti jalur resmi yang dikelola oleh pihak berwenang.

CakraGunung SemeruSARslope rescuependakian ilegaldebu vulkanikkebijakan jalur resmi

Komentar

Memuat komentar...