Caplak Rhipicephalus, Vektor Penyakit di Kalangan Warga

Fitri A. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Caplak Rhipicephalus, Vektor Penyakit di Kalangan Warga

Gambar atau konten salah?

Seorang pengguna Threads menayangkan foto makhluk aneh yang menempel di kaki, leher, dan rambut orang, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga +62. Foto tersebut menunjukkan makhluk menyerupai serangga, namun ia tidak mati meski diinjak‑injak.

Pengguna tersebut bertanya mengapa makhluk berkaki banyak itu tetap hidup. Ia juga bingung karena tidak ada tanda-tanda kematian pada makhluk tersebut.

Seorang biologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Profesor Rosichon Ubaidillah MPhil, PhD, dijadikan rujukan. Ia menjelaskan bahwa makhluk itu bukan serangga, melainkan caplak dari famili Ixodidae.

"Kemungkinan itu dari genus Rhipicephalus sp, bisa mengisap darah anjing, babi dan bisa manusia," terangnya melalui pesan singkat, Jumat, 22 Mei 2026.

Caplak ini berbahaya. Ia merupakan vektor penyakit menular yang dapat mentransfer mikroba patogen. Rickettsia rickettsii (penyebab Demam Berbintik Rocky Mountain) dan Rickettsia conorii (penyebab Demam Berbintik Mediterania atau demam boutonneuse) dapat dibawa oleh caplak ini.

Efek digigitnya caplak dapat bervariasi. Muncul demam, sakit kepala parah, nyeri otot, serta ruam merah kecil yang bermula di pergelangan tangan atau kaki dan menyebar ke seluruh tubuh.

Ketika ditanya apakah caplak ini sama dengan lone star tick, Profesor Rosichon menjawab berbeda, namun masih satu famili. "Lone star tick kulitnya lebih keras. Dia menimbulkan Alpha-gal Syndrome atau pemicu kondisi alergi daging merah," tegasnya.

Kesadaran tentang keberadaan caplak, khususnya Rhipicephalus sp, penting bagi masyarakat. Warga yang terjangkit harus memantau gejala setelah gigitan dan segera mencari bantuan medis jika muncul demam atau ruam.

Caplak Rhipicephalus spIxodidaeRickettsia rickettsiiRickettsia conoriiDemam Berbintik Rocky MountainLone Star TickAlpha-gal Syndrome

Komentar

Memuat komentar...