CFN Palembang: Uji Coba Jalan Atmo Berhasil, Ribuan Hadir
Gambar atau konten salah?
Palembang, pada Sabtu, 11 April 2026, mengadakan uji coba Car Free Night (CFN) di Jalan Kolonel Atmo. Acara ini menutup jalan pada malam hari, memberi ruang bagi warga dan pengunjung untuk menikmati kuliner, seni, dan hiburan tanpa kendaraan bermotor. Penerimaan masyarakat begitu hangat, menandai awal keberhasilan konsep ini.
Pemerintah Kota Palembang menilai pelaksanaan perdana ini telah berjalan mendekati sempurna, dengan tingkat kesiapan mencapai 80 hingga 90 persen. Hal ini menunjukkan persiapan yang matang sebelum peluncuran resmi pekan depan.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan memastikan semua elemen berfungsi dengan baik. "Car Free Night Atmo ini kan sesuai namanya, penutupan jalan. Jadi memang harus kita lakukan uji coba dulu sebelum launching. Perkiraan awal kita ini 50 persen, ternyata sudah mendekati 80 sampai 90 persen," ujarnya.
Isnaini mengakui masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, namun secara keseluruhan pelaksanaan sudah sesuai harapan. "Masih ada sedikit yang perlu kita rapikan dan perbaiki, tapi secara umum sudah sesuai harapan, mulai dari tatanan tenda kuliner hingga posisi atraksi," katanya.
Keberhasilan uji coba ini tidak terduga, melampaui ekspektasi. "Di luar dugaan langsung ramai, bahkan bisa dibilang meledak. Padahal ini baru uji coba, tapi masyarakat memang sudah lama menunggu karena CFN ini terakhir ada sebelum pandemi COVID-19," ungkapnya.
Jumlah pengunjung tidak ditetapkan target, namun diperkirakan ribuan warga menempati kawasan tersebut. "Kita tidak ada target, sebanyak-banyaknya saja. Tapi melihat kondisi di lapangan, ini mungkin sudah ribuan pengunjung. Bahkan saya yakin ini bisa lebih ramai dari Malioboro," katanya.
Ke depan, jumlah pelaku UMKM dan atraksi seni budaya akan terus ditambah. "Bukan hanya UMKM kuliner, tapi juga atraksi seni budaya. Saat ini sudah ada waiting list, ada sekitar tujuh yang belum tampil. Nanti di launching akan kita tambah lagi," jelasnya.
Penataan pencahayaan menjadi perhatian utama, agar atraksi malam lebih terang. "Kita posisikan atraksi di bawah lampu PJU yang sudah kita tingkatkan. Kalau biasanya 60 watt, sekarang kita buat 120 watt supaya lebih terang," tambahnya.
Isnaini menegaskan bahwa CFN akan digelar secara rutin setiap malam Minggu setelah resmi diluncurkan. "Nanti setelah launching, ini akan kita gelar rutin setiap malam Minggu," tegasnya.
Ia berharap CFN dapat menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Palembang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. "Ini bukan hanya berdampak ke pariwisata, tapi juga ekonomi. Dengan CFN ini, destinasi wisata kita bertambah dari 77 menjadi 78. Kita harapkan bisa menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," ujarnya.
Peningkatan kunjungan wisata diperkirakan berdampak pada sektor perhotelan, restoran, dan penjualan suvenir. "Kalau wisatawan datang, hotel akan penuh, restoran ramai, dan tentu berdampak pada PAD. Pada akhirnya ini untuk kesejahteraan masyarakat Palembang," ujarnya.
Komunitas yang turut memeriahkan suasana CFN antara lain Komunitas Barongsai, Reog, Robot, serta band lokal seperti Band Gong Sriwijaya dan Band Golden Memory. Kehadiran mereka menambah semarak acara, membuat malam menjadi hangat dan penuh hiburan.
Salah satu sorotan adalah komunitas permainan tradisional yang mempersembahkan enggrang dan bakiak. Perwakilan komunitas Andes menyebut permainan tradisional kini mulai jarang ditemui dan hanya muncul di momen tertentu.
“Yang sering dilupakan orang itu paling ada saat 17 Agustus saja. Dulu di Sudirman kami sering tampil, tapi sejak ditutup jadi lama nggak tampil. Sekarang bisa tampil lagi di sini,”
Komunitas Andes menjelaskan bahwa mereka membawa permainan enggrang dan bakiak, dengan rencana menambah variasi permainan ke depannya. "Harapannya biar permainan tradisional ini tidak terlupakan. Kalau bisa sering diadakan lagi, seperti lomba-lomba di kampung," tambahnya.
Komunitas Betawi juga turut ambil bagian dengan menampilkan budaya khas mereka di tengah masyarakat Palembang. Babe Mus, salah satu pengurus, mengatakan komunitas ini berawal dari inisiatif memperkenalkan budaya Betawi di Sumatera Selatan.
“Awalnya dari perguruan Betawi, lalu kami kembangkan di sini karena belum banyak yang mengenal. Dulu juga pernah tampil di Sudirman,”
Ia berharap komunitasnya dapat lebih sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan agar semakin dikenal luas. "Kalau ada event-event seperti ini kami berharap bisa diundang, supaya budaya ini bisa terus berkembang dan dikenal masyarakat," ujarnya.
Komunitas Pecut Samandiman Palembang tampil memukau dengan atraksi lecutan pecut yang khas. Pak To menjelaskan komunitasnya berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan dan kerap tampil dalam kesenian kuda lumping.
“Untuk Sumsel ini kami tergabung dari tujuh korwil, seperti Banyuasin, Muara Enim, hingga Lahat. Biasanya kami juga tampil di kesenian kuda lumping,”
Ia menilai kehadiran di CFN menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan komunitas pecut kepada masyarakat luas. "Selama ini kami memang belum terlalu dikenal di Palembang. Alhamdulillah dengan adanya CFN ini, masyarakat jadi tahu kalau Komunitas Pecut Samandiman itu ada," ungkapnya.
Dengan berbagai atraksi kuliner, seni, dan budaya, CFN di Jalan Kolonel Atmo menampilkan potensi Palembang sebagai destinasi wisata yang menarik. Penataan yang matang, pencahayaan yang lebih terang, dan dukungan komunitas lokal menambah daya tarik. Pemerintah berharap acara ini dapat memperkuat ekonomi daerah dan memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Evaluasi CFD Palembang: PKL Dikonfigurasikan di Zona Khusus
Prabowo Tunjuk Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Harap MBG
Pemerintah Sumsel Peringatkan Risiko Penyakit Selama Kemarau
Karhutla Muba: 3 Hektare Terbakar, Dipadamkan Helikopter
Pertamina Sumbagsel Respon Insiden Luar SPBU Palembang
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
