China Tegaskan Label Digital Human, Lindungi Anak dari AI

Ani R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
China Tegaskan Label Digital Human, Lindungi Anak dari AI

Gambar atau konten salah?

China telah mengumumkan langkah baru untuk mengawasi perkembangan digital human, yaitu karakter AI yang dapat berinteraksi seperti manusia nyata. Pemerintah menilai bahwa teknologi ini semakin populer dan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang signifikan.

Dalam dokumen draf yang dirilis oleh Cyberspace Administration of China, dijelaskan bahwa setiap konten yang menampilkan digital human harus diberi label yang jelas. Tujuannya adalah agar pengguna tidak tertipu dan dapat membedakan antara interaksi dengan manusia asli dan AI.

Harus ada label 'digital human' yang jelas pada semua konten, tulis Cyberspace Administration of China dalam aturan tersebut.

Aturan tersebut juga menegaskan larangan penggunaan digital human untuk layanan yang dapat memicu kecanduan, khususnya bagi anak di bawah 18 tahun. Pemerintah menyoroti risiko bahwa anak-anak dapat menganggap mereka berhubungan dengan manusia nyata, sehingga menimbulkan ketergantungan emosional.

Regulasi menyoroti interaksi emosional atau hubungan virtual yang menyerupai hubungan intim. Pemerintah menganggap ini sebagai potensi masalah psikologis yang perlu diwaspadai, mengingat AI semakin realistis dalam meniru ekspresi manusia.

Selain itu, pengembang dilarang menggunakan data pribadi seseorang untuk membuat karakter digital human tanpa izin. Penggunaan data tersebut juga tidak boleh dimanfaatkan untuk menghindari sistem verifikasi identitas. Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi privasi dan keamanan data individu.

Konten yang dihasilkan oleh digital human juga dibatasi. AI tidak boleh menyebarkan informasi yang dianggap berbahaya, termasuk yang mengancam keamanan nasional atau memicu diskriminasi. Pemerintah menuntut penyedia layanan untuk memantau pengguna secara aktif.

Jika ditemukan tanda-tanda kecanduan atau gangguan psikologis, platform diharuskan segera melakukan intervensi. Ini sejalan dengan kebijakan China yang telah lama menekankan pengendalian kecanduan digital, terutama di kalangan anak-anak.

Pengaturan ini menandai pergeseran fokus dari sekadar regulasi industri ke pengelolaan yang lebih luas. Pengelolaan manusia virtual kini menjadi isu strategis yang menyangkut keamanan ruang siber dan kepentingan publik, tulis Cyberspace Administration of China.

Dengan draf ini, China menunjukkan keinginan kuat untuk mengendalikan perkembangan AI yang semakin menyerupai manusia. Regulasi ini menekankan perlunya label yang jelas, perlindungan anak, privasi data, dan pengawasan konten. Kebijakan ini mencerminkan upaya negara untuk menjaga keamanan siber sekaligus melindungi generasi muda dari potensi dampak negatif teknologi digital.

digital humanAIregulasiprivasi dataanak di bawah 18kecanduan digitalkeamanan siber

Komentar

Memuat komentar...