Clean Food dan Raw Food: Tren Diet Sehat Turun Risiko PTM

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Clean Food dan Raw Food: Tren Diet Sehat Turun Risiko PTM

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, pola makan sehat seperti clean food dan raw food semakin populer. Kebiasaan ini muncul seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Selain menjadi gaya hidup, kedua pola makan ini juga dianggap sebagai upaya preventif terhadap penyakit tidak menular (PTM).

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa PTM—termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas—masih menjadi penyebab utama kematian global. Faktor pemicu PTM meliputi kebiasaan hidup tidak sehat, khususnya pola makan tinggi gula, garam, lemak jenuh, dan makanan cepat saji, ditambah kurangnya aktivitas fisik.

Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, yang menganalisis perilaku pembelian makanan sehat, mencatat bahwa di Indonesia sekitar 75‑87 persen kematian setiap tahunnya disebabkan oleh PTM. “Kesadaran masyarakat terkait risiko kematian PTM di Indonesia mendorong banyak orang untuk mengurangi konsumsi pangan tidak sehat dan meningkatkan asupan nutrisi sehat, seperti buah, sayur, dan protein nabati maupun hewani rendah lemak,” tulis studi tersebut.

Penelitian yang diterbitkan pada 2025 menyoroti dua tren pola makan yang kini menjadi budaya: clean food dan raw food. Clean food atau makanan bersih adalah konsep makan makanan alami, minim proses, dan bergizi seimbang, tanpa tambahan berlebihan seperti gula, garam, lemak jenuh, atau bahan kimia sintetis. Contoh menu clean food meliputi oatmeal dengan buah segar, dada ayam panggang dengan nasi merah dan tumis brokoli, smoothie tanpa gula tambahan, salad alpukat dengan telur rebus dan sayuran segar, serta tahu kukus yang disajikan bersama bayam dan jagung rebus.

Sementara itu, raw food adalah pola makan yang mengutamakan konsumsi makanan dalam keadaan mentah atau hanya diproses pada suhu rendah, biasanya di bawah 42‑48 °C. Rentang suhu ini dapat membuat enzim alami dan kandungan nutrisinya tetap terjaga. Beberapa contoh menu raw food yang biasa dikonsumsi adalah salad sayuran mentah—seperti selada, timun, dan wortel—buah segar yang langsung dimakan, jus buah dan sayur tanpa proses pasteurisasi, kacang almond yang direndam untuk mengaktifkan enzim, smoothie bowl tanpa pemanasan, serta sushi vegan berbahan sayur segar dan nori.

Kesadaran untuk menerapkan hidup sehat melalui kedua tren makan ini dapat menjaga kebugaran tubuh secara berkelanjutan. Namun, motivasi tersebut sering dipengaruhi oleh kesehatan psikologis dan kondisi mental individu. Faktor-faktor seperti stres, kebiasaan sosial, dan persepsi tentang diet memengaruhi perilaku konsumsi dan gaya hidup sehat.

Dengan meningkatnya pengetahuan tentang manfaat clean food dan raw food, banyak orang mulai mengganti makanan tinggi kalori dan proses dengan pilihan yang lebih alami. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kebiasaan sosial dan kebersihan makanan di rumah. Meskipun demikian, adopsi pola makan ini masih bergantung pada akses, biaya, dan preferensi pribadi.

Secara keseluruhan, tren clean food dan raw food mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat Indonesia terhadap kesehatan. Dengan menurunkan konsumsi makanan tidak sehat dan meningkatkan asupan nutrisi seimbang, harapannya dapat menurunkan angka kematian akibat PTM. Perubahan ini menunjukkan bahwa gaya hidup sehat tidak hanya tentang diet, tetapi juga tentang kesadaran dan kebiasaan yang berkelanjutan.

Clean foodRaw foodPTMMakanan sehatNutrisi seimbangGaya hidup sehatKesehatan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...