Cokelat, Keju, Yogurt: Menurunkan Risiko Kematian Penelitian

Surya B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Cokelat, Keju, Yogurt: Menurunkan Risiko Kematian Penelitian

Gambar atau konten salah?

Penelitian besar yang diluncurkan pada 09 April 2026 melibatkan lebih dari 3,1 juta orang dan meninjau puluhan studi tentang pola makan. Tujuannya: cari tahu apakah makanan tertentu dapat memengaruhi umur panjang.

Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi cokelat, keju, dan produk susu fermentasi berhubungan dengan penurunan risiko kematian, baik secara keseluruhan maupun akibat penyakit kardiovaskular. Makanan-makanan ini tampak memberi perlindungan ekstra bagi jantung.

Namun, para peneliti menemukan bahwa hubungan antara keju dan kematian akibat penyakit jantung serta kanker tidak selalu konsisten. Jadi, keju tidak selalu menjadi jaminan kesehatan.

Penjelasan di balik temuan ini berkaitan dengan proses fermentasi. Mikroorganisme seperti bakteri dan ragi mengubah bahan makanan, menghasilkan senyawa yang dapat memperbaiki fungsi usus, mengurangi peradangan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Yogurt dan produk susu fermentasi lainnya kaya akan bakteri baik. Bakteri ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang penting bagi kesehatan sistem pencernaan dan metabolisme.

Cokelat yang berasal dari biji kakao fermentasi mengandung polifenol. Senyawa nabati ini berperan dalam menjaga kesehatan jantung, memperbaiki fungsi pembuluh darah, dan menurunkan stres oksidatif dalam tubuh.

Meski demikian, tidak semua makanan fermentasi memberikan manfaat serupa. Miso khas Jepang dan beberapa jenis roti fermentasi tidak menunjukkan hubungan konsisten dengan penurunan risiko kematian.

Para peneliti menekankan bahwa hasil ini bersifat observasional. Artinya, tidak dapat disimpulkan secara langsung bahwa konsumsi makanan tersebut menyebabkan umur panjang.

Ahli gizi Robin DeCicco mengingatkan pentingnya memilih makanan fermentasi yang mengandung bahan aktif dan disimpan dalam kondisi dingin. “Untuk mendapatkan manfaat optimal, pilih makanan fermentasi yang mengandung bahan makanan aktif dan disimpan dalam kondisi dingin,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebagian produk seperti yogurt atau kombucha seringkali mengandung gula tambahan, yang justru dapat mengurangi manfaat kesehatannya.

Studi ini menyoroti perlunya penelitian lanjutan, termasuk uji klinis, untuk memastikan hubungan antara konsumsi makanan fermentasi dan umur panjang. Faktor lain, seperti pola hidup, kebiasaan makan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan, juga memengaruhi hasil.

Secara keseluruhan, temuan ini memberi petunjuk bahwa beberapa makanan fermentasi, terutama cokelat, keju, dan yogurt, dapat berkontribusi pada kesehatan jangka panjang. Namun, manfaatnya tidak bersifat mutlak dan tergantung pada cara penyimpanan, kandungan gula, serta faktor kesehatan lainnya.

makanan fermentasicokelatkejuyogurtkardiovaskularumur panjangmikroorganisme

Komentar

Memuat komentar...