Confluent Tawarkan Solusi Data Aman untuk AI di Asia

Teguh A. · 2 min baca · 7 hari lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Confluent Tawarkan Solusi Data Aman untuk AI di Asia

Gambar atau konten salah?

Di tengah lonjakan minat global terhadap kecerdasan buatan, banyak perusahaan masih kesulitan mengubah ide menjadi produk nyata. McKinsey & Company mengungkapkan bahwa delapan dari sepuluh perusahaan mengakui data menjadi hambatan utama. Data dianggap tidak aman, terfragmentasi, dan sulit diatur secara real‑time.

Head of AI Confluent, Sean Falconer, menegaskan bahwa sebagian besar proyek AI gagal mencapai pengguna akhir karena masalah pada lapisan data. “Perusahaan biasanya sudah memiliki model AI dan target bisnisnya, tetapi risiko keamanan serta data yang tersebar menghambat peluncuran produk,” ujarnya dikutip Rabu (27 Mei 2026).

Menurut Falconer, banyak organisasi masih belum dapat menghubungkan data historis dengan data real‑time secara aman ke sistem AI. Sementara tim keamanan seringkali membatasi akses data untuk mencegah kebocoran. Akibatnya, pengembang dipaksa memakai banyak alat berbeda untuk memeriksa, mengelola, dan mengamankan aliran data yang dibutuhkan AI. Proses ini memperlambat pengembangan dan menambah kesulitan diskalakan.

Vice President and General Manager APAC Confluent, Greg Taylor, menambahkan bahwa di kawasan Asia Pasifik, sebagian besar proyek AI tidak pernah keluar dari tahap uji coba. “Banyak proyek AI tidak pernah melampaui tahap pilot karena lapisan datanya tidak cukup aman atau skalabel,” katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Confluent meluncurkan fitur baru di Confluent Intelligence dan Confluent Cloud. Fitur-fitur ini difokuskan pada keamanan dan pengelolaan data real‑time. Salah satunya adalah penyamaran otomatis data pribadi (PII), memungkinkan perusahaan menggunakan data tanpa risiko bocornya informasi sensitif pelanggan.

Selain itu, Confluent memperkenalkan sistem operasi berbasis bahasa alami. Pengembang dapat mengelola aliran data AI menggunakan instruksi sederhana, mengurangi kebutuhan proses teknis yang rumit. Konektivitas privat juga diperkuat melalui Azure Private Link, menjaga agar proses AI tetap berada di jaringan tertutup tanpa lewat internet publik.

Perubahan ini menandai pergeseran fokus industri AI. Sekarang, persaingan tidak hanya soal model paling canggih, tetapi juga tentang membangun infrastruktur data yang aman, cepat, dan siap diskalakan. Keamanan data, integrasi real‑time, dan kemudahan penggunaan menjadi kunci bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan AI secara efektif di pasar global.

Dengan langkah-langkah ini, perusahaan di Asia Pasifik dan sekitarnya dapat lebih mudah mengimplementasikan AI dalam operasi bisnis. Fokus pada data yang terkelola dengan baik dan aman menjadi fondasi penting untuk memaksimalkan potensi kecerdasan buatan dalam skala besar.

kecerdasan buatandata amanreal‑timeConfluentPIIAzure Private Linkinfrastruktur datapengelolaan data

Komentar

Memuat komentar...