Coretax Terputus, Menteri Purbaya Usahakan Perbaikan

Lina F. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Coretax Terputus, Menteri Purbaya Usahakan Perbaikan

Gambar atau konten salah?

Coretax, sistem perpajakan elektronik yang dikelola oleh Kementerian Keuangan, baru-baru ini mengalami gangguan teknis yang mengakibatkan proses pembayaran dan pelaporan menjadi berputar-putar. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memaksa pihaknya menelusuri penyebab masalah tersebut.

Setelah penyelidikan, terungkap bahwa ada pihak internal yang kembali memasukkan vendor lama yang sebelumnya sudah dihentikan. Vendor tersebut pernah ditangguhkan karena layanan yang dianggap lambat. Meskipun Purbaya mengaku masalah tersebut sudah pernah diatasi, sistem masih menunjukkan tanda-tanda kegagalan.

“Tiba-tiba di Coretax ada laporan lagi bahwa itu muter-muter Coretax-nya, padahal sebelumnya sudah hilang. Rupanya di tempat kita juga ada yang nakal, ada yang kontrak dengan satu vendor yang kita udah berhentiin karena lelet service-nya dimasukin lagi diem-diem,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (27 Maret 2026).

Ia menambahkan bahwa tidak ada pihak yang mau mengakui perbuatan tersebut. Namun, ia berjanji akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan siap memberikan tindakan tegas.

“Sekarang mereka nggak ngaku lagi siapa yang masukin, nanti saya akan periksa lagi siapa yang masukin lagi vendor itu, kita akan tindak,” tegas Purbaya.

Selain masalah vendor, Purbaya juga menyoroti desain Coretax yang dinilai tidak ideal. Menurutnya, sistem seharusnya langsung menyediakan antarmuka bagi masyarakat, namun desainnya terasa rumit. Ia menyebut adanya aplikasi interface yang sengaja dibuat untuk perusahaan-perusahaan besar.

“Coretax itu desainnya agak aneh. Harusnya kan ketika baru kan dibuat langsung interface dengan masyarakat biar gampang kan. Rupanya agak rumit, supaya di tengahnya ada aplikasi interface. Ini ada yang jual ke perusahaan-perusahaan besar, saya baru tahu,” jelas Purbaya.

Meski demikian, perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena Coretax masih berjalan. Fokus sementara adalah mengamankan sistem dan menghilangkan hambatan yang ada. Rencana pembenahan lebih lanjut diperkirakan akan dilaksanakan dalam kurun waktu sekitar satu tahun ke depan.

“Saya akan beresin itu. Tapi nggak bisa sekarang kan, karena udah lagi jalan, nanti ke depan setahun ke depan kita beresin itu. Kita amankan dulu semua Coretax itu yang ada hambat-hambat habis itu saya bersihin yang ruang interface yang sengaja diciptakan,” tambah Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya mengumumkan bahwa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) masih akan diperpanjang hingga akhir April. Hal ini dikarenakan jumlah wajib pajak yang melapor belum mencapai target. Hingga saat ini, sekitar 9 juta wajib pajak telah menyampaikan SPT, sementara masih ada sekitar 7-8 juta lainnya yang belum melapor.

Peristiwa ini menegaskan bahwa pengelolaan sistem perpajakan elektronik masih rentan terhadap gangguan internal. Pemeriksaan lebih lanjut dan perbaikan desain diharapkan dapat meminimalisir risiko serupa di masa mendatang. Dengan memperpanjang tenggat pelaporan, pihak kementerian memberikan kesempatan tambahan bagi wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan mereka.

Coretaxgangguan teknisvendor internalPurbaya Yudhi Sadewasistem perpajakan elektronikpelaporan SPTtenggat waktu

Komentar

Memuat komentar...