Cuaca Ekstrem Jawa Timur, 26 Mar-4 Apr 2026: Peringatan

Arif S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Cuaca Ekstrem Jawa Timur, 26 Mar-4 Apr 2026: Peringatan

Gambar atau konten salah?

Jawa Timur sedang beralih dari musim hujan ke musim kemarau. Pada periode 26 Maret 2026 hingga 4 April 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Prediksi ini juga diperkirakan akan memengaruhi arus balik Lebaran para pemudik. Selain itu, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang. Dampak tidak langsung juga berasal dari Siklon Tropis Narelle yang berada di Samudera Hindia barat Australia, selatan Nusa Tenggara Barat, serta kondisi atmosfer lokal yang labil.

Daerah yang berada dalam potensi terdampak meliputi:

  • Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, dan Sampang.
  • Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Jember, Pasuruan, Bojonegoro, Jombang, Lamongan, dan Tuban.
  • Beberapa kota seperti Surabaya, Batu, Kediri, Madiun, Mojokerto, Pasuruan, dan Probolinggo.

Menurut Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, kondisi ini dipicu oleh sejumlah fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan. "Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak adanya gangguan Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang akan melintasi wilayah Jawa Timur," jelasnya.

Suhu muka laut di Selat Madura menunjukkan aktivitas penguapan yang cukup signifikan, mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Kondisi ini, bersama dengan aktivitas konvektif yang dipicu oleh Narelle, memperkuat potensi hujan lebat.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak dalam 10 hari ke depan. Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.

"Wilayah dengan topografi curam,bergunung atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya memantau informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG, baik melalui website, radar cuaca, maupun peringatan dini yang diperbarui secara berkala.

Secara keseluruhan, periode ini menandai potensi cuaca ekstrem yang signifikan di Jawa Timur. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti saran BMKG untuk mengurangi risiko bencana.

Cuaca ekstremNarelleBMKGBanjirTanah longsorGelombang RossbyJawa Timur

Komentar

Memuat komentar...