Cuaca Panas di Jawa Timur, Suhu Mencapai 36°C Musim Kemarau

Wulan M. · 2 min baca · 21 hari lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Cuaca Panas di Jawa Timur, Suhu Mencapai 36°C Musim Kemarau

Gambar atau konten salah?

Surabaya, 13 Mei 2026 – Cuaca panas terasa di hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Hal ini terjadi karena tutupan awan sangat minim pada awal musim kemarau, sehingga sinar matahari langsung menembus ke permukaan bumi sejak pagi hingga siang.

Menurut BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya pertumbuhan awan. “Ya hampir seluruh wilayah jatim panas suhunya, karena memang tutupan awannya cukup sedikit di wilayah jatim. Paling ada daerah‑daerah yang pertumbuhan awan itu secara lokal aja, sepot‑sepot kecil,” ujar prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi.

Ia menjelaskan bahwa cuaca di Jawa Timur terasa panas karena sebagian wilayah sudah memasuki musim kemarau, sementara yang lain masih berada di masa peralihan. “Ini menyebabkan suhunya cenderung lebih tinggi, karena tidak ada hambatan dari awan‑awan yang menghalangi pancaran sinar matahari dari pagi hingga siang hari,” tambahnya.

Data pengamatan menunjukkan suhu maksimum 36 derajat celcius tercatat di Stasiun Maritim Perak Surabaya serta wilayah Doho, Kabupaten Kediri, dalam dua hari terakhir.

Rendy menegaskan bahwa suhu sekitar 34 hingga 36 derajat celcius masih tergolong normal di periode musim kemarau, terutama di daerah perkotaan. “Panas dari sinar matahari tidak hanya dirasakan secara langsung, tetapi juga dipantulkan oleh bangunan di sekitar,” jelasnya.

Di perkotaan, pantulan cahaya dari kaca‑kaca gedung menambah peningkatan suhu. “Pantulan dari kaca‑kaca gedung itu juga menyebabkan peningkatan suhu yang cukup signifikan untuk di daerah perkotaan terutama,” terangnya.

Belum ada data lebih lanjut mengenai wilayah terpanas di Jawa Timur saat ini. Hal ini karena penentuan suhu tertinggi harus berdasarkan hasil pengamatan alat. “Nggak ada ya, Mbak. Jadi kita berdasarkan pengamatan secara itu ya, kalau kita ngomongin suhu kan kita harus melakukan pengamatan melalui alat,” jawabnya.

Rendy juga memperkirakan kondisi panas ini akan berlangsung selama periode musim kemarau. “Ketika musim kemarau, sudah masuk ke musim kemarau, atau masa peralihan, biasanya suhu akan konsisten di sekitar segitu. Jadi enggak beberapa hari. Nanti akan ada peningkatan sedikit ketika nanti posisi matahari, berada di ekuator itu nanti akan ada peningkatan sedikit atau berarti ada tepat di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Untuk menghadapi musim kemarau, Rendy mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan pelindung seperti tabir surya serta menghindari paparan sinar matahari secara langsung terutama pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Ini karena pada waktu itu intensitas UV berada pada tingkat tertinggi dan berbahaya bagi kulit. Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan batas kemampuan tubuh terhadap paparan panas. Jika mulai merasakan gejala seperti dehidrasi atau panas berlebih di kepala, disarankan untuk segera beristirahat di tempat teduh. “Dan jangan lupa juga banyak mengonsumsi air putih, karena untuk mencegah dehidrasi tersebut untuk yang berada di luar ruangan,” pungkasnya.

Cuaca panas di Jawa Timur disebabkan oleh kombinasi tutupan awan rendah, posisi matahari, dan efek urban heat. Masyarakat diharapkan menyesuaikan aktivitas dan menjaga kesehatan dengan cara sederhana namun konsisten.

Cuaca panas Jawa TimurMusim kemarauTutupan awan rendahSuhu maksimum 36°CEfek urban heatPaparan sinar matahariDehidrasi

Komentar

Memuat komentar...