Curiosity Lepaskan Batu Atacama, Tantangan Pengeboran Mars

Ika P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Curiosity Lepaskan Batu Atacama, Tantangan Pengeboran Mars

Gambar atau konten salah?

Curiosity, rover NASA yang telah menjelajahi Mars selama lebih dari satu dekade, biasanya menaklukkan permukaan planet merah yang keras dan berpasir. Namun, pada 25 April 2026, robot ini mengalami kendala sederhana namun menegangkan: batuan terjebak di dalam bornya.

Ketika Curiosity menancapkan bor ke batuan yang diberi nama “Atacama”, tim di JPL memutuskan untuk mencabut bor. Batu itu terangkat bersamaan dengan bor, lalu tidak bisa dilepaskan. “Pengeboran dapat memecah atau memisahkan lapisan batuan bagian atas sebelumnya, tapi belum pernah ada batuan yang tetap menempel pada selubung bor,” jelas NASA dalam postingan blognya, seperti dikutip dari Cnet, Sabtu 9 Mei 2026.

Masalah ini tampak sederhana, tetapi menuntut waktu berhari-hari. Tim JPL menghabiskan enam hari mencoba memisahkan batu tersebut. Pada 1 Mei 2026, mereka akhirnya berhasil.

Langkah pertama adalah menggetarkan bor, berharap getaran cukup kuat untuk melepaskan batu. Tidak berhasil. Empat hari kemudian, mereka memposisikan ulang lengan bor dan mencoba getaran lagi. Atacama hanya mengeluarkan sedikit pasir, namun batu tetap menempel.

Di hari keempat, para insinyur memiringkan bor, memutar, dan menggetarkannya lebih keras. Percobaan pertama berhasil: batu Atacama terlepas dengan sendirinya.

Perlu diingat bahwa sinyal radio dari Bumi membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke Mars. Artinya, tim Curiosity harus mengirimkan instruksi, lalu menunggu 30‑45 menit untuk mengetahui apakah rover merespons dengan baik.

Atacama bukan sekadar kerikil. Menurut estimasi NASA, batu ini panjangnya 0,5 meter, ketebalan 15 cm, dan berat 13 kg.

Setelah bebas dari batu yang tersangkut, Curiosity kembali menjalankan misinya. Robot ini telah mengelilingi Planet Merah selama 13 tahun dan belum menunjukkan tanda akan pensiun.

Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya ketelitian dalam operasi robotik di luar angkasa. Meskipun teknisnya sederhana, koordinasi antara Bumi dan Mars memerlukan ketelitian waktu dan strategi yang matang. Curiosity tetap menjadi contoh keberhasilan misi eksplorasi planet yang terus beradaptasi dengan tantangan lingkungan yang tak terduga.

CuriosityNASAMarsAtacamaborJPLrobotik

Komentar

Memuat komentar...