Damkar Klaten Selamatkan Kucing Tersangkut di Pipa Knalpot

Nurul H. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Damkar Klaten Selamatkan Kucing Tersangkut di Pipa Knalpot

Gambar atau konten salah?

Personel Regu 3 Damkar Klaten berangkat ke rumah di Dukuh Gatak, Desa Kemiri, Kecamatan Tulung, Klaten, setelah menerima laporan kepala kucing tersangkut di knalpot mobil. Evakuasi berlangsung hati‑hati selama sekitar 15 menit.

“Kurang lebih tadi sekitar 15 menit berhasil kita keluarkan kepalanya,” ungkap komandan Regu 3 Damkar Satpol‑PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Tri Hatmoko.

Laporan masuk sekitar pukul 18.28 WIB, lalu markas mengirim personel. Pemilik kucing mengaku bahwa binatang tersebut berjenis lokal Jawa. Kepala kucing terjebak di pipa knalpot mobil bekas.

“Kepala kucing saat bermain kepalanya masuk ke pipa knalpot mobil bekas,” jelas Tri Hatmoko.

Tri Hatmoko menambahkan, “Kepala kucing tidak bisa keluar meskipun sudah dicoba ditolong. Pemilik kemudian menghubungi markas.” Setelah tiba di lokasi, mereka memotong pipa agar lebih pendek dan dapat mendorong kepala kucing keluar.

“Pemilik menghubungi Damkar kemudian kita ke sana. Sampai lokasi kita potong pipanya agar lebih pendek dan agar bisa mendorong kepalanya,” ungkapnya.

Setelah pipa knalpot terpotong, kepala kucing didorong dari depan. Akhirnya kucing dapat dilepaskan meski ada luka kecil.

“Bisa keluar meskipun sedikit lecet. Kita mau belah pipanya jelas tidak berani karena khawatir justru kena kepala kucingnya,” tambah Tri Hatmoko. Ia juga menegaskan, “Pipanya pipa knalpot bekas, sudah tidak dipakai. Bukan terpasang di mobil.”

Personel Damkar lain, Rafif, melaporkan bahwa kucing dievakuasi dalam kondisi selamat, meski sedikit lemas. Ia berkata, “Betul (kondisi lemas tapi hidup). Kata pemiliknya terjebak sudah sekitar satu jam.”

Insiden ini menyoroti kecepatan respons tim pemadam kebakaran, sekaligus memperingatkan potensi bahaya bagi hewan yang terjebak di bagian kendaraan.

Damkarkucingpipa knalpotevakuasiKlatenmobil bekaskepala kucing

Komentar

Memuat komentar...