Damkar Ponorogo Bantu Pasien Lepas Cincin Kelamin Satu Jam

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 36 dibaca
Bisik.id
Damkar Ponorogo Bantu Pasien Lepas Cincin Kelamin Satu Jam

Gambar atau konten salah?

27 Maret 2026 – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo melakukan evakuasi tak biasa di RSUD dr Harjono Ponorogo. Seorang pria berusia 32 tahun datang ke rumah sakit dengan masalah cincin yang terpasang di kelamin. Pasien tidak dapat melepasnya sendiri, sehingga rumah sakit meminta bantuan Damkar.

Proses pelepasan cincin berlangsung lama, mencapai 1 jam. Tim Damkar harus memotong cincin di dua titik agar dapat dilepaskan. Hal ini berbeda dari penanganan biasa yang hanya memerlukan satu titik pemotongan. “Biasanya cukup satu titik, tapi kemarin sampai dua titik baru bisa lepas karena bahannya tebal,” ujar Bambang Supeno, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo.

“Awalnya yang bersangkutan datang ke RSUD untuk minta tolong melepas cincin. Karena mungkin kami dinilai lebih berpengalaman, akhirnya pihak rumah sakit menghubungi Damkar,” tambah Bambang. Ia menambahkan bahwa cincin tersebut berbahan tebal dan terpasang di area yang sangat sensitif, sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra. “Perlu waktu sekitar 1 jam, kami harus benar-benar berhati-hati,” ujarnya.

Selama proses, petugas juga memastikan tidak menimbulkan luka pada pasien. “Di area itu banyak saraf, jadi kami harus ekstra hati-hati supaya tidak melukai,” jelas Bambang. Ia menekankan bahwa area kelamin memiliki banyak saraf penting, sehingga risiko cedera tinggi jika tidak ditangani dengan benar.

Kasus ini jarang terjadi. “Kalau cincin biasanya di jari, ini baru pertama kali di area tersebut. Jadi pengalaman baru bagi kami,” ungkap Bambang. Sebelumnya, Damkar Ponorogo pernah menangani kasus serupa, yaitu membantu melepas ritsleting yang menjepit kelamin seorang pria.

Menjelaskan penyebab pemasangan cincin, Bambang mengaku tidak tahu pasti. Namun berdasarkan informasi awal, pemasangan diduga sudah dilakukan sejak lama. “Informasi awal pemasangannya sudah lama, tapi kami tidak sempat menanyakan secara detail,” pungkasnya.

Kasus ini menunjukkan bahwa Damkar juga siap menangani situasi medis yang tidak biasa, meski jarang terjadi. Situasi semacam ini menambah wawasan tentang peran petugas pemadam kebakaran di luar tugas kebakaran tradisional.

Damkar PonorogoRSUD dr Harjonocincin kelaminpemotongan dua titikpenanganan medis tidak biasaarea sensitif kelaminrisiko cedera

Komentar

Memuat komentar...