DBD Palembang: 286 Kasus, Seberang Ulu II Terbanyak

Agus P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
DBD Palembang: 286 Kasus, Seberang Ulu II Terbanyak

Gambar atau konten salah?

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palembang masih menjadi perhatian serius. Hingga tanggal 13 Maret 2026, Dinas Kesehatan Palembang mencatat 286 kasus tersebar di berbagai kecamatan. Kecamatan Seberang Ulu (SU) II menjadi kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, “Seberang Ulu II mencatat 44 kasus sebagai kecamatan tertinggi per 13 Maret 2026, lalu disusul dengan SU I dengan 29 kasus dan Sukarami 28 kasus.” Ia menambahkan bahwa fluktuasi kasus cukup tajam, dengan puncak tertinggi terjadi pada minggu kedua Februari 2026, sebanyak 44 kasus dalam satu pekan, angka yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Yudhi juga mengungkapkan bahwa kelompok usia 5–14 tahun menjadi yang paling banyak terpapar, mencatat 155 kasus, diikuti kelompok usia 15–44 tahun sebanyak 103 kasus. “Anak-anak sekolah pada rentang usia 5 hingga 14 tahun adalah kelompok yang paling rentan terkena gigitan nyamuk, saat ini usai tersebut tercatat ada 155 kasus,” ujarnya.

Di sisi jenis kelamin, penderita laki-laki tercatat 153 orang, sedikit lebih tinggi dibanding perempuan yang berjumlah 133 orang. “Dari data kami, penderita laki-laki memang sedikit lebih tinggi, yakni 153 orang, dibandingkan perempuan yang berjumlah 133 orang,” jelas Yudhi.

Jika dilihat dari Angka Insiden Rate (IR) per 100.000 penduduk, Kecamatan SU II kembali berada di posisi teratas dengan angka 40,8. Di tingkat puskesmas, Puskesmas 7 Ulu mencatatkan IR tertinggi sebesar 55,8, diikuti Puskesmas Nagaswidak (41,4) dan Puskesmas Taman Bacaan (40,5). Sementara dari jumlah kasus murni, Puskesmas Taman Bacaan mencatatkan angka tertinggi dengan 28 pasien. “IR tertinggi ada di Puskesmas 7 Ulu dengan angka 55,8, disusul Nagaswidak 41,4 dan Taman Bacaan 40,5. Kalau dari jumlah kasus, Puskesmas Taman Bacaan yang paling tinggi dengan 28 pasien,” tambahnya.

Yudhi menegaskan bahwa Dinkes Palembang telah bergerak di lapangan. Seluruh 286 lokasi kasus sudah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) sekaligus pemberian larvasida untuk memutus rantai perkembangbiakan jentik nyamuk. “Saat ini, kami telah bergerak, jadi ada 286 lokasi sudah kami lakukan Penyelidikan Epidemiologi dan pemberian larvasida,” tuturnya.

Dengan data yang terperinci, pihak kesehatan berharap upaya pencegahan dan pengendalian dapat menurunkan angka kasus DBD di Palembang. Peningkatan kesadaran masyarakat, pengawasan lingkungan, dan intervensi medis terus menjadi fokus utama dalam menghadapi penyakit ini.

Demam Berdarah DenguePalembangSeberang Ulu IIkasus tertinggianak usia 5-14IR tinggilarvasidapengendalian penyakit

Komentar

Memuat komentar...