Denpasar: 'Ala Ayuning Dewasa' Tetap Panduan Ritual
Gambar atau konten salah?
Denpasar – Pada Sabtu 9 Mei 2026, masyarakat Bali menandai hari ini sebagai ala ayuning dewasa, waktu yang dianggap baik untuk memulai proyek rumah.
Kalender Bali menyusun hari-hari ini berdasarkan hitungan khusus. Ala ayuning dewasa dipakai oleh orang Hindu di Bali untuk menilai apakah suatu hari cocok untuk kegiatan adat dan ritual.
Kala Gotongan – Baik untuk memulai suatu usaha. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. (Alahing dewasa 4)
Kala Graha – Baik untuk membangun perumahan. (Alahing dewasa 3)
Kala Katemu – Baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, mengadakan pertemuan. (Alahing dewasa 3)
Kala Wisesa – Baik untuk menebang kayu bahan bangunan, memulai suatu kegiatan, mengangkat/melantik petugas. (Alahing dewasa 4)
Karnasula – Baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan. (Alahing dewasa 3)
Panca Prawani – Tidak baik dipakai dewasa ayu. (Alahing dewasa 2)
Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Jati. (iws/iws)
Hari ini menjadi contoh bagaimana tradisi kalender Bali masih memengaruhi keputusan sehari‑harian, menandai kapan waktu dianggap paling mendukung atau tidak untuk berbagai aktivitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
