Denpasar Tolak PSEL di Pelindo, Giri Panggil Dukungan
Gambar atau konten salah?
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak masyarakat Denpasar untuk mendukung proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di lahan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Pesanggaran, Denpasar Selatan. Ia menegaskan bahwa proses kerja sama sudah selesai, dan kini tinggal tahap pelaksanaan.
“Kami pikir ini sudah selesai untuk urusan kerja samanya dan itu sudah diputuskan di situ dan semoga nanti semua pihak harus mendukung. Tidak ada alasan lagi untuk tidak mendukung,” kata Giri di kantor DPRD Bali pada Senin, 18 Mei 2026.
Giri menjelaskan bahwa PSEL tidak akan menimbun sampah. Prosesnya akan mengubah sampah menjadi listrik seolah‑olah di pabrik. Ia menambahkan, “sampah yang telah masuk pagi bisa selesai saat sore hari.”
Ia juga menekankan bahwa masyarakat akan mendapatkan pelatihan tentang pengelolaan dan pemilahan sampah. “Ke depan kita akan mampu melihat sampah itu adalah berkah, melihat sampah itu adalah rupiah,” sambung mantan Bupati Badung itu.
Untuk mengurangi kemacetan, Giri menjanjikan tidak ada lagi truk‑truk sampah yang berlalu‑lalang di jalan. Truk sampah akan diubah skemanya, dari biasanya tiga truk menjadi satu truk saja saat pengiriman di waktu tertentu. “Jadi nanti tidak tercecer lagi di jalan langsung masuk dan diselesaikan,” tandas Giri.
Namun, sebelum proyek ini mendapat persetujuan, warga Lingkungan Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, menolak pembangunan PSEL di lahan Pelindo. Pada Senin, 29 Desember 2025, warga mengirim surat penolakan kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat bernomor 004/SA/BRP/XII/2025 diunggah di akun media sosial resmi Banjar Pesanggaran.
Surat tersebut memohon penghentian dan penolakan pembangunan PSEL di areal Pelindo, termasuk tidak diterbitkannya izin lingkungan dan usaha. Warga juga mendorong solusi pengelolaan sampah yang aman dan partisipatif.
Ketua Lingkungan Pesanggaran, Putu Gedhe Suciptha, mengatakan, “Sebenarnya masyarakat tidak pernah menolak yang namanya program pemerintah soal pengelolaan sampah. Itu memang cita‑cita kami. Tetapi, dari masyarakat menginginkan PSEL bukan dibangun di tempat baru. Kalau bisa, kenapa nggak di tempat lama? Karena kebetulan di sana ada bahan bakarnya. Kalau tidak salah tangkap, kan PSEL itu bahan bakarnya sampah.”
Proyek PSEL di Pesanggaran mendapat dukungan resmi dari Wakil Gubernur, namun masih ada penolakan warga. Persetujuan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan transformasi sampah menjadi energi listrik di Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
