Depo BRT Bandung: Leuwipanjang Selesai 2026, Cicaheum Warga
Gambar atau konten salah?
Pemerintah kota Bandung sedang mengerjakan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Dua depo utama proyek ini terletak di Terminal Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum, dan pembangunan keduanya sudah dimulai. Pekerjaan di kedua depo diperkirakan selesai pada 2026.
Menurut Rasdian, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, depo di Leuwipanjang telah memasuki tahap appraisal. Di atas lahan seluas 600 meter, depo tersebut akan dibangun dengan rencana empat lantai. “Depo Leuwipanjang itu sudah ada pemenang tendernya. Sudah diappraisal juga, sekarang sudah pembongkaran. Jadi kurang lebih di 600-an meter, nanti akan dibuat rencananya empat lantai,” ujarnya pada 14 April 2026.
Rasdian menegaskan bahwa depo Leuwipanjang ditargetkan selesai tahun ini. Pekerjaan akan difokuskan agar tidak mengganggu proyek lain di BRT Bandung Raya. “Sudah direncanakan memang tahun ini ya, bertahap harus selesai dia. Karena nanti akan berpengaruh, kalau sudah selesai kan berpengaruh kepada kegiatan yang berikutnya,” tambahnya.
Depo di Terminal Cicaheum juga sedang dalam proses pembangunan. Meski pemenang tender sudah ditetapkan, proyek di sana masih menghadapi kendala. Penolakan warga sekitar menjadi masalah utama. Saat ini, Dishub Kota Bandung sedang mematangkan kajian, salah satunya rerouting atau pengalihan trayek angkutan di Terminal Cicaheum. “Yang Cicaheum tinggal sosialisasi, pemenang kontraknya sudah ada. Karena di situ ada trayek elf sama angkot yang harus kita rerouting, pindahin jalurnya,” ungkapnya.
Rasdian berharap kajian ini selesai secepatnya. “Nanti kalau sudah selesai kajian ini, rerouting angkot sama elf-nya, mungkin bulan depan sudah selesai kayaknya,” pungkasnya.
Proyek BRT Bandung Raya menandai upaya kota untuk meningkatkan mobilitas publik. Dengan dua depo yang sedang dibangun, diharapkan layanan bus cepat akan lebih terjangkau dan terkoordinasi bagi warga Bandung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
