Deteksi Dini PJB Anak: Tantangan dan Solusi Siloam

Lia N. · 3 min baca · 9 hari lalu · 39 dibaca
Bisik.id
Deteksi Dini PJB Anak: Tantangan dan Solusi Siloam

Gambar atau konten salah?

Penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak seringkali tidak terdeteksi sejak lahir, meski merupakan kelainan struktural yang sudah ada sejak janin. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 40 ribu anak per tahun lahir dengan kondisi ini. Kesadaran orang tua masih rendah, sehingga jumlah pasien yang mendapat perawatan tetap tidak merata.

Ketimpangan ini disebabkan oleh kurangnya sentra pengobatan dan rumah sakit yang mampu menangani PJB. Tambahan lagi, jumlah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berpengalaman juga masih terbatas. Akibatnya, banyak anak yang tidak mendapatkan penanganan tepat waktu.

Prof. dr Ganesja Mulia Harimurti, SpJP(K) dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, menjelaskan bahwa PJB dibagi menjadi dua kategori utama: PJB Biru (sianotik) dan PJB Tidak Biru (asianotik). Ia mengatakan:

"Sistem darah kita kan dibagi dua, yang darah bersih dan darah kotor. Darah bersih itu tujuannya membawa darah yang berisi oksigen keseluruh tubuh. Sistem aliran oksigen tinggi dan sistem aliran oksigen rendah itu terpisah," kata Prof Ganesja kepada detikcom di acara Siloam Cardiac Summit 2025, Jakarta Selatan, (25/4/2026). "Nah kalau ada suatu masalah yang mengakibatkan darah mengandung rendah oksigen bercampur dengan darah yang tinggi oksigen, maka anak akan terlihat biru," sambung Prof Ganesja, yang merupakan konsultan kardiologi pediatri dan penyakit jantung bawaan serta guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Prof Ganesja menambahkan bahwa perubahan warna biru biasanya terlihat pada bibir dan kuku jari serta tangan anak. Sebaliknya, PJB tidak biru tidak mempengaruhi kadar oksigen secara drastis, sehingga anak tidak menunjukkan kebiruan.

Untuk PJB biru, orang tua harus waspada sejak dini dan segera konsultasikan ke dokter jantung. Prof Ganesja menekankan:

"Tindakan dan waktu untuk memperbaiki jantung itu tergantung kelainannya. Ada yang baru lahir sudah harus dikoreksi, ada yang umur 2 minggu, ada yang umur 4 bulan, ada yang 4 tahun. Jadi berbeda-beda," tegasnya.

Berbeda dengan PJB tidak biru, beberapa tanda yang dapat muncul meliputi mudah lelah, menyusu terganggu, tumbuh kembang tidak baik, berat badan tidak sesuai umur, dan batuk berulang.

Prof Ganesja juga menguraikan faktor risiko yang dapat memicu PJB. Ia menekankan pentingnya menghindari faktor risiko, menjaga kesehatan tubuh, dan menghindari asap rokok aktif maupun pasif. Faktor risiko lainnya meliputi:

"Pertama, usia ibu pada waktu hamil. Sebaiknya hamil kurang dari usia 35 tahun," kata Prof Ganesja. "Kedua, ibunya punya penyakit seperti kencing manis, atau tekanan darah tinggi. Ketiga adalah obat-obatan yang dikonsumsi ibu tanpa sepengetahuan dokter kandungan," lanjutnya. Selain itu, paparan sinar radiologi juga dapat berkontribusi. Ia menutup dengan:

"Pada usia kehamilan 5 bulan kondisi jantung anak sudah bisa diperiksa, dengan ekokardiografi janin" tutupnya.

Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah menjadi Chest Pain Ready Hospital (CPRH), rumah sakit yang siap menangani kegawatdaruratan jantung secara cepat, tepat, dan terintegrasi. Kesiapan ini didukung oleh sistem end-to-end mulai dari IGD, pemeriksaan EKG dalam waktu kurang dari 10 menit, hingga tim medis jantung multi disiplin 24/7. Tujuannya memastikan pasien mendapatkan penanganan yang optimal.

Jika mengalami gejala nyeri dada, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi call center darurat Siloam di 1500-911 untuk mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

Penanganan darurat jantung di Siloam Hospitals Kebon Jeruk mencakup proses cepat dari deteksi hingga intervensi, memastikan setiap pasien menerima perawatan yang sesuai standar.

Kesadaran orang tua mengenai PJB sangat penting. Dengan pengetahuan yang lebih baik, deteksi dini dan penanganan tepat dapat mencegah komplikasi serius. Peningkatan jumlah sentra pengobatan dan tenaga medis khusus juga akan memperbaiki akses perawatan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Penyakit jantung bawaanPJB biruPJB tidak biruSiloam Hospitals Kebon JerukDeteksi diniFaktor risikoEkokardiografi janin

Komentar

Memuat komentar...