Dewa United Menang 1-0 atas PSIM, Satu Poin di Balik PSIM

Putri N. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Dewa United Menang 1-0 atas PSIM, Satu Poin di Balik PSIM

Gambar atau konten salah?

Di Stadion International Banten, Serang, Jumat, 3 April 2026, Dewa United bertanding melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Tim asuhan Jan Olde Riekierink langsung ditekan sejak kickoff, sementara PSIM menampilkan pertahanan yang ketat.

Babak pertama berlangsung penuh serangan kedua tim. Dewa United hanya dapat menimbulkan ancaman lewat Egy Maulana dan Alexis Messidoro, sedangkan Ezequil Vidal sering kali mengancam gawang tuan rumah. Meskipun banyak percobaan, skor tetap 0-0 hingga istirahat.

Di babak kedua, Dewa United menggandakan tekanan. Pada menit ke-62, Donny Warmerdam melakukan pelanggaran pada Ivar Jenner. VAR mengonfirmasi pelanggaran tersebut, dan Alex Martins mengeksekusi penalti. Ia berhasil menembus Cahya Supriadi, mencetak gol pertama tim dan membuat skor menjadi 1-0.

Setelah gol, PSIM berusaha menutup jarak di menit-menit akhir, namun tidak ada gol balasan. Hasil akhir tetap 1-0 untuk Dewa United.

Dengan kemenangan ini, Dewa United menambah 37 poin, menempatkan mereka di posisi ke-9 klasemen Super League. Egy Maulana dan rekan-rekannya semakin mendekati PSIM, yang berada di posisi ke-8 dengan 38 poin.

Susunan Pemain

  • Dewa United: Sonny Stevens, Alta Ballah, Brian Fatari, Johnathan Souza, Nick Kuipers, Alexis Messidoro, Hugo Gomes, Ivar Jenner, Alex Martins, Egy Maulana Vikri, Taisei Marukawa
  • PSIM Yogyakarta: Cahya Supriadi, Franco Ramos Mingo, Van der Avert, Raka Cahyana Rizky, Yusaku Yamadera, Sheva Maresca, Donny Warmerdam, Ze Valente, Deri Corfe, Ezequiel Vidal, Riyatno Abiyoso

Perlombaan ini menegaskan betapa kompetitifnya liga, di mana satu poin dapat memisahkan posisi klasemen. Dewa United tetap berada di jalur menuju posisi lebih tinggi, hanya satu poin di belakang PSIM.

Dewa UnitedPSIM YogyakartaBRI Super LeagueAlex Martinspenaltiskor 1-0posisi klasemenJan Olde Riekierink

Komentar

Memuat komentar...