Diabetes Tipe 2 Meluas di Usia Muda, Wali Menteri Peringatkan
Gambar atau konten salah?
Jakarta, Senin (25 Mei 2026) – Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa kasus diabetes tipe 2 kini semakin sering muncul pada usia muda. Dulu penyakit ini identik dengan orang berusia di atas 40 tahun, namun kini sudah terdeteksi pada remaja bahkan anak usia SMP.
"Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini, dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter, kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP," kata Dante di Jakarta.
Menurutnya, perubahan gaya hidup menjadi pemicu utama. Aktivitas fisik yang minim, screen time yang tinggi, kurang tidur, konsumsi gula berlebih, dan makanan ultra‑proses menjadi faktor risiko bagi generasi muda. Selain itu, tekanan mental dan stres pada remaja juga turut memperburuk kondisi metabolik.
"Ini bukan untuk menakut‑nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga," tegasnya.
Dikutip dari Mayo Clinic, diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik sehingga gula menumpuk di dalam darah. Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas untuk membantu gula dari makanan masuk ke dalam sel dan diubah menjadi energi. Pada diabetes tipe 2, tubuh mengalami resistensi insulin, yakni kondisi saat sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Akibatnya, pankreas harus bekerja lebih keras menghasilkan insulin lebih banyak. Lama‑kelamaan kemampuan pankreas bisa menurun sehingga kadar gula darah terus meningkat.
Jika tidak terkontrol, diabetes tipe 2 dapat merusak mata, ginjal, saraf, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Gejala diabetes tipe 2 sering muncul perlahan dan kerap tidak disadari selama bertahun‑tahun. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Mudah haus
- Sering buang air kecil
- Mudah lapar
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
- Mudah lelah
- Penglihatan kabur
- Luka sulit sembuh
- Sering mengalami infeksi
- Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki
- Kulit menghitam terutama di area leher dan ketiak
Penanganan diabetes tipe 2 umumnya dimulai dari perubahan gaya hidup seperti menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, tidur cukup, dan menjaga berat badan ideal. Bila gula darah belum terkontrol, dokter dapat memberikan obat diabetes hingga terapi insulin, termasuk insulin basal pada kondisi tertentu untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.
Karena itu, Dante mengingatkan pentingnya pencegahan sejak dini agar anak dan remaja tidak mengalami komplikasi diabetes di usia muda. (naf/naf)
Di tengah meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada generasi muda, pesan utama adalah bahwa pola hidup sehat—makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu layar, dan bergerak aktif—adalah langkah awal yang tak boleh diabaikan. Dengan perhatian sejak dini, risiko komplikasi dapat dikurangi, menjaga kesehatan jangka panjang bagi semua kalangan usia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BPOM Tegaskan Indonesia Jadi Pemain Utama ATMP Terapi Gen
Peringatan WMO: El Nino 2026 Siap Guncang Indonesia
Penyakit Ginjal Anak Naik, Minuman Manis Bertanggungjawab
Kista Ovarium: Kenali Jenis, Risiko, dan Solusi Laparoskopi
Golongan Darah Tidak Menentukan Risiko Kolesterol Berdasarkan
Frisian Flag Gelar Kampanye Keluarga di Atrium BXC Bintaro
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
