Dilan ITB 1997: Kisah Mahasiswa & Gerakan Reformasi

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Dilan ITB 1997: Kisah Mahasiswa & Gerakan Reformasi

Gambar atau konten salah?

Dilan ITB 1997 hadir kembali di layar lebar, menampilkan kembali Pidi Baiq dan Fajar Bustomi. Film ini mengangkat kisah Dilan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1997, setelah kembali dari Kuba.

Berbeda dari film sebelumnya yang hanya menyoroti kisah cinta, Dilan ITB 1997 menambah lapisan sosial dan politik menjelang reformasi. Plotnya mengikuti Dilan yang menyeimbangkan kehidupan kampus, karir seni freelance, dan peran aktif dalam gerakan mahasiswa.

Di tengah kuliah, Dilan tetap menjadi sosok humoris, cerdas, dan berani. Jiwa bebasnya dan rasa keadilan tinggi membuatnya terlibat dalam arus pergerakan mahasiswa. Namun, konflik batin muncul ketika ia menghadapi pilihan antara masa lalu dan masa depan.

Romansa Dilan juga diuji. Dua wanita muncul dalam perjalanannya: Ancika, pacar saat ini, dan Milea, mantan pacar yang kini bersama pria lain. Dilan harus memutuskan apakah ia akan tetap bersamanya atau melanjutkan fokus pada masa depan.

Berikut daftar pemain utama film ini, yang diproduksi pada tahun 2026:

  • Ariel Noah sebagai Dilan
  • Niken Anjani sebagai Ancika
  • Raline Shah sebagai Milea
  • Wafda Saifan Lubis sebagai Irwan
  • Rangga Nattra sebagai Nunu
  • Dany Beler sebagai Dani
  • Ira Wibowo sebagai Ibu Dilan
  • Qibil Changcut sebagai Anwar
  • Arya Saloka sebagai Herdi
  • Denny Chandra sebagai Ayah Ancika
  • Maya Hasan sebagai Ibu Ancika
  • Della Dartyan sebagai Hana
  • Rina Hassim sebagai Emak T.M. Tarsan sebagai Abah
  • Hasyakyla Utami sebagai Disa
  • Rey Bong sebagai Beni
  • Pramaditya Azhar sebagai Nawidan

Film ini menampilkan dinamika kehidupan mahasiswa ITB, konflik pribadi, dan latar belakang politik yang menegangkan. Dengan akting Ariel Noah dan Raline Shah, para penonton dapat merasakan nuansa masa lalu yang kental.

Secara keseluruhan, Dilan ITB 1997 menyajikan cerita yang lebih kompleks dibandingkan film sebelumnya, menambahkan elemen sosial dan politik yang relevan bagi generasi muda. Film ini menawarkan pandangan tentang bagaimana mahasiswa menghadapi pilihan hidup di tengah perubahan zaman.

Dilan ITB 1997Pidi BaiqFajar BustomiInstitut Teknologi Bandungreformasigerakan mahasiswakonflik pribadipolitik

Komentar

Memuat komentar...