Dinas Kesehatan Sulsel Tegaskan Tidak Ada Larangan Perjalanan di Sinjai
Gambar atau konten salah?
Pesan berantai yang menyebut larangan perjalanan ke kawasan wisata di Kabupaten Sinjai menyebar luas di kalangan masyarakat. Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan menegaskan tidak ada larangan resmi, meski kasus campak di daerah tersebut sedang menjadi perhatian.
“Sebenarnya tidak ada larangan ataupun pembatasan perjalanan terutama di daerah wisata,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Evi Mustikawati Arifin pada 08 April 2026. Ia menegaskan bahwa anak-anak boleh berlibur ke tempat umum atau kawasan wisata manapun.
Menurut Evi, pemerintah provinsi hanya mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan kewaspadaan terhadap kasus campak yang sedang terjadi di beberapa daerah Sulsel. “Tetapi ini yang kita lakukan adalah surat edaran tentang kewaspadaan dini terhadap kasus campak yang ada di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Sinjai memang menjadi salah satu daerah yang terdampak dan telah ditetapkan sebagai KLB campak. Dinkes Sulsel mencatat 59 kasus suspek campak di daerah tersebut hingga 08 April 2026. “Memang benar bahwa Kabupaten Sinjai merupakan salah satu kabupaten yang terdampak adanya kasus campak dan dikatakan KLB. Karena kasusnya itu sampai dengan 08 April, Sinjai melaporkan ada suspek (dicurigai) 59 orang. Tetapi kasus yang positif ada 3, tapi suspeknya cukup tinggi,” tambah Evi.
Dia mengingatkan bahwa tingginya jumlah suspek berpotensi mempercepat penularan antarmanusia. Oleh karena itu, Dinkes Sulsel mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, khususnya saat berkerumun. “Pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Pak Sekda bahwa itu tetap menerapkan protokol kesehatan bagi orang-orang yang melakukan perjalanan. Kenapa? Karena ini juga kasus merupakan, kemarin waktu pasca lebaran itu kan panjang liburannya dan banyak titik-titik orang bisa berkumpul begitu,” katanya.
Evi menekankan edaran itu bukan untuk membatasi mobilitas masyarakat, melainkan untuk mendorong penerapan protokol kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penyebaran campak lebih luas. “Itu tidak dibatasi sebuah perjalanan, tetapi ditetapkan sebuah protokol kesehatan dan proses PHBS yang benar,” ujarnya.
Ia juga menanggapi rumor berantai tersebut, menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan bagian dari kewaspadaan. “Nah mengenai rumor yang beredar yang sudah berantai informasinya, saya juga harus terang baru menemukan informasi itu. Tetapi kami menyikapi itu merupakan bagian dari sebuah kewaspadaan,” jelasnya. “Saling mengingatkan satu dengan yang lain, jangan ditafsirkan sebagai hal yang negatif tetapi itu merupakan bagian dari sebuah langkah-langkah untuk bagaimana menciptakan dan masyarakat bisa terhindar dari kasus campak ini,” pungkas Evi.
Pesan berantai tersebut mengandung peringatan kepada orang tua dan wali agar tidak membawa anak-anak berekreasi di tempat umum di wilayah Sinjai dan sekitarnya selama bulan April dan Mei. “Anak-anak dilarang liburan di tempat wisata di wilayah Sinjai dan sekitarnya. Dihimbau dengan sangat kepada seluruh orang tua/wali agar tidak membawa anak-anak berekreasi ke tempat umum, di wilayah Sinjai dan sekitar, selama bulan April dan Mei. Hal ini disebabkan karena saat ini terjadi lonjakan kasus Campak yang sangat tinggi. Penyakit ini sangat cepat menular dan berisiko serius pada anak-anak,” bunyi pesan tersebut.
Secara keseluruhan, informasi yang beredar menegaskan bahwa tidak ada larangan perjalanan, namun masyarakat diingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan PHBS guna mencegah penyebaran campak. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat tanpa menghambat mobilitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
