Dinda Tuli Lolos ITB lewat SNBP 2026, Inspirasi Baru
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Zhafira Luthfiadinda, siswa Tuli yang dikenal akrab dengan nama Dinda, tak pernah menyangka dirinya bisa menembus salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) paling top di Indonesia. Namun perjuangannya tidak sia-sia, karena ia berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dinda kini masuk ke Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan menjadi siswa pertama dari sekolahnya yang menembus kampus Ganesha melalui jalur prestasi.
Menjadi siswa Tuli menuntut Dinda bekerja ekstra keras. Ia harus memahami materi pelajaran dengan metode visual dan berkomunikasi secara intensif saat mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan universitas. Tantangan terberat muncul ketika ia harus membagi fokus antara latihan lomba dan persiapan ujian sekolah yang waktunya berdekatan. Padatnya jadwal bahkan membuatnya berada di titik terendah.
“Waktu latihan sangat padat, sesekali saya pernah kelelahan, sakit, stres, dan burnout,” ungkapnya.
Ketika pengumuman SNBP diumumkan, Dinda terhipnotis oleh rasa terkejut sekaligus bahagia. Ia tidak menyangka bisa lolos. “Awalnya saya merasa terkejut campur bahagia. Bahkan tidak kepikiran bahwa saya bisa menjadi anak SLB pertama yang berhasil tembus ITB,” tuturnya ketika diwawancara secara tertulis, ditulis Jumat (16 April 2026).
Keberhasilan Dinda tidak lepas dari produktivitasnya di bidang seni dan desain sejak dini. Ia pernah meraih Juara 2 lomba melukis SD Luar Biasa (SDLB) Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat nasional pada 2018, serta Juara 2 lomba Desain Grafis Ajang Kreasi dan Apresiasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (AKA-PBDK) tingkat nasional pada 2022.
Prestasinya terus meningkat hingga puncaknya meraih Juara 1 lomba desain grafis FLS2N tingkat nasional 2023 dan Juara 1 lomba cipta komik strip FLS2N tingkat nasional 2024. Selain itu, ia juga meraih Juara 2 lomba desain poster ZENKOKUTAIKAI yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 2024, serta kembali meraih Juara 2 lomba melukis SMP LB/SMA LB FLS2N tingkat Nasional pada 2025.
Tak hanya itu, Dinda pernah berpartisipasi dalam pameran lukisan dan mengikuti program magang di sebuah perusahaan. Pengalaman tersebut memberinya perspektif baru tentang potensi masyarakat Tuli di dunia profesional.
“Keterbatasan bukan berarti tidak mampu. Teman Tuli bisa beradaptasi, berkarya, bekerja dan bermanfaat di masyarakat,” katanya.
Dinda menjelaskan bahwa metode pembelajaran di SLB Santi Rama sangat membantunya berkomunikasi dan memahami materi. “Metode pembelajaran yang berbasis visual dan komunikasi yang jelas bisa membantu anak-anak SLB memahami bahasa,” jelasnya.
Di tengah padatnya jadwal prestasi, Dinda menerapkan manajemen waktu yang ketat untuk menjaga keseimbangan akademiknya. Ia mengatur skala prioritas dengan disiplin tinggi demi mempertahankan nilai rapor. Dukungan moral dari para pendidik menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dirinya.
“Guru-guru dan lingkungan sekolah Santi Rama selalu memberi dukungan, kepercayaan dan tidak membatasi saya,” tuturnya. Pihak sekolah pun disebut aktif membantu proses administratif saat pendaftaran SNBP berlangsung, sehingga Dinda dapat fokus mempersiapkan diri secara maksimal.
Masuk ke ITB, Dinda membawa harapan besar terhadap aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Ia berharap tersedia Juru Bahasa Isyarat (JBI) dan sistem captioning untuk mendukung proses perkuliahan. Ia juga menyoroti pentingnya perguruan tinggi di Indonesia membuka jalur penerimaan khusus bagi penyandang disabilitas.
“Sistem pendidikan di Indonesia perlu lebih inklusif agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama,” katanya.
Setelah menempuh studi S1 di ITB, Dinda berencana melanjutkan studi S2 di luar negeri untuk mewakili komunitas Tuli Indonesia di kancah profesional. Ia juga berpesan kepada teman Tuli lainnya agar tidak meragukan diri sendiri.
“Jangan meragukan diri untuk bermimpi besar. Bangkitkanlah dirimu dan konsistenlah belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Keberhasilan Dinda menembus ITB melalui jalur prestasi menegaskan bahwa dengan dukungan sekolah, metode pembelajaran yang tepat, dan tekad pribadi, siswa Tuli dapat meraih prestasi tinggi di perguruan tinggi terkemuka. Ia menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi potensi, melainkan mendorong inovasi dan ketekunan dalam mencapai tujuan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Nadiem Anwar Makarim Tolak Tuduhan Korupsi Chromebook
Nadiem Anwar Makariem Bela Korupsi Chromebook di Pengadilan
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Nadiem Anwar Makarim Bebas Tuntutan Pengadaan Chromebook
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
