Diskerpus Badung Digitalisasi 200 Lontar Antik 2024-2026

Maya K. · 1 min baca · 13 hari lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Diskerpus Badung Digitalisasi 200 Lontar Antik 2024-2026

Gambar atau konten salah?

Diskerpus Badung telah memulai program digitalisasi naskah kuno sejak tahun 2024. Tujuannya sederhana: menyelamatkan data dan isi lontar agar tidak hilang dan tetap dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Hingga kini, hampir 200 cakep atau bendel lontar milik masyarakat telah selesai didigitalisasi.

“Pemilik lontar antusias mendigitalisasikan lontar warisan mereka. Ini menjadi penting agar isi lontar tetap aman dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang,” ujar Kepala Bidang Pelestarian Bahan Perpustakaan Diskerpus Badung Kadek Wiratnata, Kamis (21 Mei 2026).

Menurut Wiratnata, lontar maupun naskah kuno yang ada di Badung perlu dirawat dan dilestarikan supaya tetap terpelihara baik. “Isi dari lontar itu juga penting diketahui pemiliknya bahwa itu sebagai warisan leluhur yang harus dijaga,” tambahnya.

Program sosialisasi pelestarian naskah kuno juga dilaksanakan di enam kecamatan se-Badung. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh perangkat pemerintah dan penyuluh Bahasa Bali. “Dari sosialisasi itu kami ingin mengubah mindset masyarakat terhadap lontar dan naskah kuno. Lontar bukan hanya warisan yang disakralkan, tetapi juga sumber pengetahuan yang harus dijaga, harus diketahui,” jelas Wiratnata.

Jumlah lontar yang tersebar di Kabupaten Badung diperkirakan mencapai ribuan cakep atau ikat bendel. Sepanjang 2022 hingga 2025, Diskerpus Badung bersama penyuluh Bahasa Bali juga melakukan perawatan fisik terhadap sekitar 1.500 cakep lontar.

Program ini menandai langkah konkret pelestarian budaya di Badung, memastikan bahwa naskah kuno tidak hanya disimpan, tetapi juga dapat diakses dan dipelajari oleh generasi mendatang. Dengan digitalisasi dan perawatan fisik, warisan leluhur tetap hidup dalam bentuk yang aman dan terjaga.

Diskerpus Badungdigitalisasi naskah kunolontarpelestarian budayapenyuluh Bahasa Baligenerasi berikutnyawarisan leluhur

Komentar

Memuat komentar...