Diskon Ramadan Lebaran Raih Transaksi 180,9 Triliun Rupiah
Gambar atau konten salah?
Ramadan dan Idul Fitri menjadi periode belanja yang paling padat bagi masyarakat Indonesia. Toko ritel dan pusat perbelanjaan ramai dikunjungi, menandai kebiasaan belanja utama di bulan suci.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut sejauh ini daya beli masyarakat cukup baik untuk berbelanja, khususnya jelang Lebaran. Ia menegaskan bahwa daya beli masyarakat masih kuat, sehingga konsumen tidak ragu berbelanja di pusat perbelanjaan.
Kunjungan ke pusat belanja selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri naik 12% secara tahunan. Data APPBI menunjukkan peningkatan kunjungan sebesar 12% year on year, dengan konsumen menghabiskan uangnya terutama untuk makanan, minuman, dan hiburan di mal.
Program DiskonDia diluncurkan oleh pemerintah bekerja sama dengan Aprindo, Hippindo, dan APPBI. Dua program besar dijalankan, yaitu Friday Mubarak 2026 dan Bina Lebaran 2026, yang menghasilkan total transaksi Rp 180,9 triliun.
Program Friday Mubarak berlangsung dari 11 Februari hingga 31 Maret 2026, menargetkan transaksi Rp 119 triliun. Pada 29 Maret 2026, transaksi tercatat Rp 126,021 triliun, dan diperkirakan mencapai Rp 129,1 triliun pada akhir Maret, jauh melebihi target.
Program Bina Lebaran 2026 berjalan dari 6 hingga 30 Maret 2026. Transaksi mencapai Rp 54,9 triliun, 2,8% di atas target Rp 53,38 triliun. Kedua program ini menandai keberhasilan diskon yang diselenggarakan selama musim liburan.
Menurut Budi, Program pesta diskon serupa, kata Budi, akan dibuat lagi hingga akhir tahun, mulai pada masa musim libur sekolah, hari kemerdekaan, hingga libur akhir tahun. Hal ini menandakan pemerintah akan terus mendukung penjualan ritel selama periode liburan.
Belanja online juga menunjukkan pertumbuhan. Menurut lembaga riset e‑commerce ECDB, pada Februari 2026 total penjualan e‑commerce di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 5,76 miliar atau setara Rp 96,7 triliun.
Budi menyoroti produk yang paling laris selama Lebaran: Produk paling laris fesyen muslim, produk makanan dan minuman, hampers lebaran, produk kecantikan dan peralatan rumah tangga, papar Budi. Produk-produk ini menjadi andalan konsumen untuk persiapan perayaan.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa belanja selama Ramadan dan Idul Fitri tetap kuat, baik di pusat perbelanjaan fisik maupun platform online. Program diskon yang terkoordinasi dengan asosiasi ritel berhasil mendorong transaksi tinggi, sementara e‑commerce terus tumbuh sebagai saluran tambahan bagi konsumen. Kegiatan ini mencerminkan pola konsumsi yang konsisten di musim liburan, menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga dinamika pasar ritel Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
DPR Setujui RUU P2SK, OJK Diperluas Tugas Pengawasan
Prabowo Tegaskan Tegas Mitra Curang MBG, Siap Bantu Penegak
Pertamina Dukungan Desa Energi, Padi Bali Naik 7,5 Ton
Garuda Atur Jadwal Pemulangan Haji 2026 di Jeddah.
Pemerintah, DPR Setujui UU P2SK, Reformasi Keuangan
DPR Setujui RUU P2SK, Mulai Tahap Akhir Persidangan
Berita Terbaru
