Disney Luncurkan Infinity Vision Label Premium Layar Bioskop

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Disney Luncurkan Infinity Vision Label Premium Layar Bioskop

Gambar atau konten salah?

Disney memperkenalkan Infinity Vision di ajang CinemaCon 2026 pada 16 April 2026. Inisiatif ini tidak menambah teknologi proyeksi baru, melainkan memberi label premium pada layar bioskop yang sudah ada di jaringan besar dunia. Dengan cara ini, Disney menandai ruang layar yang sebelumnya hanya dikenal sebagai IMAX dengan identitas baru yang menonjolkan kualitas visual dan audio.

Infinity Vision akan tersedia di sekitar 75 layar premium di Amerika Serikat dan lebih dari 300 layar di seluruh dunia. Layar-layar tersebut bukanlah instalasi baru; mereka adalah auditorium premium milik jaringan besar yang sebelumnya sudah menggunakan proyeksi laser dan sistem audio imersif. Jadi, Infinity Vision lebih merupakan branding daripada inovasi perangkat keras.

Menurut laporan, Infinity Vision tidak menambahkan fitur teknologi baru. Standar yang ditetapkan meliputi layar besar, proyeksi laser untuk kecerahan tinggi, dan sistem audio premium yang sudah umum di bioskop modern. Perbedaan utamanya terletak pada nama dan citra; penonton tetap menikmati pengalaman layar luas, gambar tajam, dan suara imersif, tetapi dengan label yang berbeda.

Salah satu alasan kuat di balik pengumuman ini adalah dominasi Dune di layar IMAX. Film ketiga dari waralaba Dune telah mengamankan slot IMAX sejak tahap pre-order, mengakibatkan layar IMAX yang terbatas di seluruh AS menjadi “dikunci” untuk penayangan film tersebut. Akibatnya, film besar Disney seperti Avengers: Doomsday terancam tidak mendapatkan slot IMAX yang cukup saat rilis.

Ketergantungan Marvel pada layar premium untuk memaksimalkan pendapatan membuat situasi ini menjadi pukulan bagi Disney. Dengan tidak adanya slot IMAX, film blockbuster Disney harus mencari alternatif agar tetap dapat menampilkan kualitas visual yang diharapkan oleh penonton.

Infinity Vision muncul sebagai solusi sekaligus strategi balasan. Dengan memberi label premium pada layar yang sudah ada, Disney dapat menggeser model bagi hasil yang biasanya diterapkan oleh IMAX. Film dapat diputar dalam format premium tanpa harus membayar fee ke IMAX, sehingga margin keuntungan bioskop dapat meningkat, terutama ketika menayangkan film blockbuster Disney.

Strategi ini menarik bagi jaringan bioskop global yang sudah berinvestasi besar dalam auditorium premium. Mereka dapat memaksimalkan pendapatan tanpa perlu membayar biaya tambahan ke IMAX. Ini juga memberi mereka fleksibilitas untuk menayangkan film-film besar Disney dalam format premium di banyak layar sekaligus.

Disney akan mulai menggunakan Infinity Vision pada rilis ulang Avengers: Endgame pada September 2026, kemudian dilanjutkan dengan Avengers: Doomsday pada Desember 2026. Dengan tidak mendapatkan slot IMAX akibat dominasi Dune, Infinity Vision menjadi jalan keluar agar film Marvel tetap dapat tampil dalam format premium di banyak layar sekaligus.

Inisiatif ini berpotensi mengubah peta industri bioskop global. Jika berhasil, Infinity Vision dapat menjadi standar baru yang tidak bergantung pada teknologi eksklusif, melainkan pada kekuatan brand dan konten. Bagi penonton Indonesia, ini membuka peluang pengalaman menonton ala IMAX menjadi lebih luas, sehingga menikmati film epik seperti Dune atau Avengers tidak harus selalu bergantung pada IMAX.

DisneyInfinity VisionIMAXDuneAvengersbioskop premiumbranding

Komentar

Memuat komentar...