Distribusi Pangan Bulog 62% Target, Selesai April 2026
Gambar atau konten salah?
Penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng baru saja mencapai 62 % dari target 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP). Sekitar 20,5 juta PBP telah menerima paket beras dan minyak goreng, sementara sisanya masih dalam proses.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa program ini akan selesai 100 % pada April 2026. Ia mengakui bahwa penyaluran bansos sempat terhambat oleh libur Natal, Tahun Baru, dan Hari Raya Lebaran. Setelah perayaan tersebut, penyaluran dilanjutkan kembali.
“Ini kami juga berkendala kaitan dengan faktor menghadapi natal dan tahun, kami juga menghadapi lebaran dan ramadan kemarin, kami fokus Ramadan dan Lebaran dulu, setelah Ramadan dan Lebaran kami lanjutkan lagi untuk penyaluran untuk selesai harapan kami paling lambat di pertengahan bulan April,” kata Rizal di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Kamis (26 Maret 2026).
Setiap PBP akan menerima paket bantuan berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk periode Februari dan Maret 2026. Program ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Perum Bulog berkomitmen menjaga kelancaran distribusi hingga wilayah terluar, termasuk Kepulauan Seribu. Di sana, 4 102 PBP tersebar di pulau-pulau seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Di Pulau Untung Jawa sendiri, bantuan disalurkan kepada 402 PBP.
“Kami memastikan bahwa setiap masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, mendapatkan haknya atas pangan. Tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau. BULOG hadir untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi kuartal pertama tahun ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.
Dengan distribusi yang cepat dan terkoordinasi, Bulog berharap dapat menstabilkan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Penyaluran yang konsisten diharapkan dapat mencegah lonjakan harga dan menjaga kesejahteraan keluarga di seluruh wilayah Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Perpanjang ke Bekasi, Tangerang: 48 Stasiun, 600k Penumpang
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
