Dokter: Makanan Gochan Tidak Selalu Menyebabkan Kanker
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, banyak orang mengira makanan yang dibakar sampai gosong, seperti daging bakar, sate, atau daging yang dioles kecap manis, pasti berbahaya dan dapat memicu kanker. Dr. Dion Haryadi, seorang dokter sekaligus edukator gizi, menegaskan bahwa makanan gosong memang tidak sepenuhnya aman, namun tidak otomatis menyebabkan kanker.
Melalui akun Instagram @dionharyadi, dr. Dion menjelaskan bahwa ketika protein, khususnya daging, dimasak pada suhu sangat tinggi, dapat terbentuk senyawa HCA (heterocyclic amines) dan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons). HCA dan PAH ini memang teridentifikasi dalam beberapa penelitian laboratorium dan pada hewan sebagai faktor risiko kanker. Namun, dosis yang digunakan dalam studi hewan jauh lebih tinggi daripada yang biasanya dikonsumsi manusia.
Menurut dr. Dion, studi pada manusia baru menunjukkan adanya asosiasi antara konsumsi makanan gosong dan risiko kanker, bukan hubungan sebab-akibat langsung. “Studi pada manusia itu baru menemukan asosiasi, bukan sebab akibat langsung, dan hasilnya juga masih belum konsisten. Jadi (makan) makanan gosong nggak langsung menyebabkan kanker, tapi juga bukan 100 persen aman,” jelas dr. Dion.
Ia menekankan pentingnya berhati-hati, namun tidak perlu terlalu takut. Konsumsi makanan yang dibakar masih tergolong aman, asalkan tidak sering dan tidak dalam jumlah besar. Bagian makanan yang terlalu gosong sebaiknya dibuang jika memungkinkan. Jika gosong terjadi secara tidak sengaja, tidak perlu panik. Dr. Dion juga meluruskan pandangan bahwa membakar makanan selalu buruk. Menurutnya, teknik memasak ini bahkan bisa menjadi cara yang lebih hemat kalori dibandingkan menggoreng.
Untuk meminimalkan risiko, dr. Dion menyarankan agar daging dimarinasi atau diungkep terlebih dahulu sebelum dibakar. Selain itu, jangan biarkan daging dipanggang sampai terlalu gosong. “Triknya, kamu marinasi dulu atau kamu ungkep sekalian dagingnya, terus bakarnya nggak usah sampai gosong banget,” ujar dr. Dion. Ia menegaskan bahwa tidak ada makanan yang sepenuhnya berbahaya jika dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan.
Ia juga menyarankan agar kecap manis dioleskan pada tahap akhir proses memasak agar tidak terlalu lama terkena panas tinggi. Dengan cara ini, risiko pembentukan senyawa berbahaya dapat dikurangi.
Secara keseluruhan, meski ada bukti bahwa makanan gosong dapat menimbulkan senyawa berpotensi karsinogenik, bukti pada manusia masih bersifat korelasional dan tidak menunjukkan hubungan langsung. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk tetap berhati-hati, menghindari gosong berlebihan, dan menikmati makanan bakar secara moderat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
