Doni Salmanan: Jual Kerudung lewat TikTok & Shopee

Lia N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Doni Salmanan: Jual Kerudung lewat TikTok & Shopee

Gambar atau konten salah?

Doni Salmanan kembali menjadi sorotan publik setelah keluar dari penjara. Ia menghirup udara bebas dan memulai kembali hubungan dengan dunia luar, menampilkan citra yang jauh lebih sederhana dibandingkan masa lalu yang penuh gaya mewah.

Perubahan drastis terlihat ketika ia mulai mendukung istrinya, Dinan Nur Fajrina, dalam usaha menjual kerudung. Mereka menggunakan platform TikTok dan Shopee untuk memasarkan produk, menandai langkah awal Doni dalam memanfaatkan ekosistem digital sebagai sumber pendapatan.

Di Instagram Stories, Doni membagikan kegiatan barunya. Ia terlihat mencoba memahami fitur‑fitur TikTok sambil mencari cara menghasilkan uang. Momen ini menandai transisi pertama ia ke dunia online, yang kini menjadi ladang usaha bagi banyak orang.

Sebagai pemula, Doni mengakui masih bingung mengoperasikan platform tersebut. Ia bahkan bertanya tentang cara membuat konten menarik di TikTok. Pertanyaan ini menunjukkan kesediaannya belajar dan menyesuaikan diri dengan teknologi baru.

Selanjutnya, ia membagikan tautan siaran langsung istrinya yang sedang berjualan kerudung. Doni mengaku sedang mempelajari seluk‑beluk bisnis dari istrinya, yang sudah lebih dulu terjun ke dunia usaha daring. Langkah ini menandai sinyal bahwa ia mulai membangun kembali hidupnya sambil mengeksplorasi peluang baru.

Dalam siaran tersebut, Doni mengaku masih canggung berbicara di depan publik. Ia meminta maaf beberapa kali karena suaranya terdengar kaku dan belum terbiasa menyapa penonton. Pengakuan ini menambah dimensi manusiawi pada sosoknya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia masih sering melamun dan belum sepenuhnya terbiasa dengan suasana di luar penjara. Selama beberapa tahun terakhir, ruang geraknya sangat terbatas; ia hanya keluar saat persidangan, sementara sisa waktunya dihabiskan di dalam sel tahanan.

Pengalaman tersebut membuatnya merasa asing ketika kembali berinteraksi dengan dunia luar. Ia bahkan meminta istrinya menemaninya berjalan‑jalan di Jalan Braga, Bandung sekadar untuk menenangkan pikiran dan merenung.

Di sisi lain, Doni menceritakan situasi hidupnya saat ini yang jauh lebih sederhana dibandingkan masa lalunya. Ia hanya memiliki satu unit kendaraan, yaitu sepeda motor Honda Beat. Ketika ditanya mengenai aset lainnya, ia mengaku sudah tidak mengetahuinya lagi, karena putusan hukum menimpanya mengekang sejumlah aset berharga, termasuk deretan mobil mewah, yang disita dan diambil alih oleh negara.

Meski demikian, Dinan tetap memberikan dukungan penuh. Ia berharap hasil usaha berjualan daring tersebut dapat membantu mereka perlahan membeli kendaraan baru untuk kebutuhan sehari‑hari. Saat ini, Doni lebih sering mengandalkan layanan ojek daring untuk bepergian.

Ia bahkan berseloroh dengan menunjukkan ponsel barunya, pemberian dari istrinya. Ponsel tersebut adalah sebuah iPhone berwarna oranye, simbol transisi gaya hidupnya yang kini lebih minimalis. Meski begitu, ia tampak berusaha menjalani proses penyesuaian dengan sikap tenang dan santai.

Sepanjang siaran langsung, Doni berulang kali mengungkapkan rasa penyesalannya kepada masyarakat. Ia menyadari bahwa masa lalunya telah memicu banyak kesalahan, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Pernyataan ini mencerminkan keinginannya memperbaiki diri dan membuka lembaran hidup baru.

Penampilan fisik Doni juga menjadi sorotan. Banyak warganet menilai penampilannya saat ini tampak lebih berisi dibandingkan masa tahanan. Ada pula julukan gemoy yang diberikan oleh banyak penonton di kolom komentar. Menanggapi hal ini, Doni dengan tenang mengungkapkan rencananya untuk menjalani diet agar bisa kembali tampil proporsional, terutama demi istrinya.

Di balik suasana ceria, terselip momen mengharukan ketika Doni menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dinan. Ia tampak emosional saat membahas kesetiaan istrinya yang selalu mendampingi di masa-masa tersulit. Namun, Dinan berusaha menjaga suasana tetap positif, mengajak Doni untuk tidak terlarut dalam kesedihan dan tetap fokus pada usaha jualan mereka.

Interaksi akrab keduanya, termasuk candaan sederhana seperti menawarkan mi instan, mencerminkan keharmonisan rumah tangga yang tetap kokoh. Kemunculan Doni di ruang digital ini menandai dimulainya fase baru dalam hidupnya.

Bersama sang istri, ia berupaya menata ulang masa depan dengan merintis usaha kecil‑kecilan di bidang fesyen muslim. Kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berbenah. Dengan dukungan orang terdekat serta niat tulus, masa depan yang lebih baik tetap bisa diupayakan.

Perubahan memang tidak instan, namun langkah kecil yang konsisten dapat membawa dampak besar di kemudian hari. Dalam kehidupan sehari‑hari, banyak individu yang juga mengalami proses jatuh bangun dengan dinamika yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa selama seseorang bersedia belajar dari masa lalu dan terus berusaha, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan dan menjalani kehidupan yang lebih positif.

Doni SalmananpenjaraTikTokShopeekerudungusaha onlinefesyen muslim

Komentar

Memuat komentar...