Dony Oskaria: BUMN Karya Jual Non-Core, Turun Utang
Gambar atau konten salah?
Dony Oskaria, kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, mengungkapkan bahwa utang BUMN Karya telah mencapai tingkat yang dianggap terlalu tinggi. Ia berbicara di Jakarta pada Selasa, 28 April 2026.
“Kita beberapa yang non-core daripada BUMN Karya Itu akan kita lepas untuk menurunkan utangnya, karena hutangnya kan terlalu besar ya. Jadi beberapa yang non-related dengan bisnis mereka sebagai karya Itu akan dilepas,” ujarnya.
Menurut Dony, BUMN Karya memiliki beberapa usaha di luar bidang konstruksi, seperti jaringan fiber optik, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan tol. Semua usaha tersebut dianggap tidak berhubungan langsung dengan lini inti perusahaan. Dengan menjualnya, perusahaan dapat mengurangi beban utang secara signifikan.
Ia menambahkan bahwa langkah divestasi ini penting agar BUMN Karya dapat fokus pada bisnis utama dan memperbaiki struktur keuangan. Setelah struktur keuangan menjadi lebih sehat, rencana merger akan dilaksanakan.
“Ini akan kita divestasikan dulu Sehingga itu untuk menurunkan hutang-hutang mereka. Nanti setelah dia bersih baru kita akan melakukan merger,” jelas Dony.
Proses penjualan bisnis non-core tidak akan instan. Dony menegaskan bahwa meski membutuhkan waktu, target penyelesaian divestasi tetap pada tahun ini.
“Ya pasti tahun ini akan selesai, karena memang divestasi ini kan butuh waktu, kita juga tentu ada KJPP, kita tidak boleh juga melakukan divestasi yang tidak menguntungkan. Kita tentu harus memastikan bahwa apa yang kita divestasi juga memberikan manfaat dan keuntungan, terutama sekali menurunkan kewajiban daripada karya-karya ini sebelum nanti mereka dikonsolidasikan,” kata Dony.
Strategi divestasi ini bertujuan menurunkan utang, memperkuat neraca, dan mempersiapkan BUMN Karya untuk langkah selanjutnya, yakni konsolidasi melalui merger. Dengan mengurangi beban finansial, perusahaan diharapkan dapat lebih stabil dan siap menghadapi tantangan pasar konstruksi di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
