DPRD Bogor Hadiri Audiensi GMKI: Fokus Pendidikan dan Tata Ruang
Gambar atau konten salah?
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil menerima kunjungan dan audiensi dari perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kota Bogor di Gedung DPRD pada 22 Mei 2026.
Pertemuan berlangsung di ruang DPRD dan melibatkan tujuh mahasiswa. Mereka membahas isu-isu penting di Kota Bogor, mulai dari pendidikan, infrastruktur, hingga penataan ruang. GMKI menyuarakan aspirasi dan catatan kritis tentang dinamika pembangunan daerah yang sedang berjalan.
Ketua GMKI Kota Bogor, Abel Tampubolon, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPRD atas ruang dialog yang diberikan. Ia menilai bahwa isu pendidikan, fasilitas publik, dan tata ruang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah. “Kami mengapresiasi ruang dialog ini dan memberikan masukan terkait berbagai persoalan yang ada di Kota Bogor, khususnya yang menyangkut bidang Pendidikan, Infrastruktur, dan Tata Ruang,” ujar Abel Tampubolon.
Merespons masukan tersebut, Dr. Adityawarman Adil menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa masukan dari kelompok akademisi dan aktivis sangat dibutuhkan untuk mengawal arah pembangunan kota agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Ketua DPRD menekankan pentingnya membangun sinergi serta kolaborasi yang erat antara DPRD dan organisasi kemahasiswaan seperti GMKI.
Adityawarman menekankan bahwa mahasiswa harus mengambil peran aktif dalam mengawal kebijakan publik. Ia juga memaparkan kembali tiga fungsi utama institusi parlemen daerah:
1. Fungsi pembentukan peraturan daerah untuk menyusun regulasi yang berpihak pada pemenuhan hak masyarakat.
2. Fungsi anggaran untuk memastikan alokasi APBD tepat sasaran, terutama pada pos pendidikan dan infrastruktur.
3. Fungsi pengawasan untuk memantau jalannya roda pemerintahan serta pelaksanaan tata ruang agar tetap sesuai aturan.
Adityawarman menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam memahami fungsi-fungsi DPRD sangat penting. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif mereka secara langsung dalam proses pembangunan daerah. DPRD Kota Bogor berkomitmen untuk menindaklanjuti poin-poin aspirasi yang dibawa oleh GMKI.
Dialog publik seperti ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan demi melahirkan kebijakan yang solutif bagi penataan tata ruang, peningkatan mutu pendidikan, dan pemerataan infrastruktur di Kota Bogor.
Peristiwa ini menegaskan bahwa peran mahasiswa dalam proses demokrasi masih relevan. Keterlibatan mereka memberi suara pada generasi muda dan membantu pemerintah daerah menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
