DRB Luncurkan Data Center Tier IV Khusus AI & ServiceFabric
Gambar atau konten salah?
Digital Realty Bersama (DRB) kini memperkenalkan data center Tier IV yang dirancang khusus untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan platform ServiceFabric, sebuah sistem interkoneksi global. Platform ini dijadwalkan akan diluncurkan pada semester kedua tahun 2026 dan akan menghubungkan bisnis lokal dengan infrastruktur AI global.
Pada kunjungan media ke fasilitas CGK11, Andha Yudha Permana, Director of Business & Commercial DRB, menjelaskan bahwa DRB berfungsi sebagai penyedia solusi infrastruktur digital global sekaligus data center carrier-neutral. Mereka menawarkan layanan colocation dan solusi interkoneksi terintegrasi yang mendukung infrastruktur digital di Indonesia.
Secara global, Digital Realty memiliki 300 data center di 25 negara dan melayani 5.000 konsumen. Di Indonesia, Digital Realty Bersama merupakan joint venture antara Digital Realty dan Bersama Digital Data Centres, didukung oleh Saratoga, Provident, Macquarie dan Distro Hub.
Di tanah air, DRB saat ini mengoperasikan dua data center. Data center pertama, CGK10, berkelas Tier III dan terletak di Jakarta Barat. Data center kedua, CGK11, berada di Cawang dan berkelas Tier IV, tingkat tertinggi. CGK11 mencatat uptime operasional 100% dengan total kapasitas 63 MW, 20.000 m² ruang data hall, dan 9.000 rak. DRB berencana menambah dua gedung di CGK10 dan satu gedung di CGK11.
Yudha menyoroti sektor perbankan dan keuangan sebagai klien potensial terbesar. Ia berkata, “Melalui fasilitas kami yang telah tersertifikasi hingga Tier IV, kami menghadirkan fondasi digital paling kokoh dan aman di Indonesia saat ini. Kami tidak berhenti hanya pada infrastruktur fisik,” ujar Yudha.
Yudha menambahkan bahwa DRB akan meluncurkan ServiceFabric pada semester kedua tahun 2026. Platform ini dirancang untuk membantu klien terhubung dengan seluruh data center DRB di dunia secara remote. Contohnya, klien DRB dari Jepang yang ingin membuka bisnis di Indonesia dapat melakukannya dari jauh.
Ia mengekspresikan antusiasmen, “Kami sangat antusias untuk dapat segera meluncurkan ServiceFabric di Indonesia. Platform terbuka ini mendorong ekosistem yang kolaboratif dan terhubung dengan baik, yang menjadi kunci dalam mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi (HPC),” ungkap Yudha.
Dengan ServiceFabric, pelanggan dapat mengelola konektivitas secara mandiri. Yudha menjelaskan, “Dengan ServiceFabric, pelanggan dapat mengelola konektivitas secara mandiri. Mereka bisa menghubungkan infrastruktur lokal ke hub internasional dalam hitungan menit.” Ia juga menegaskan, “Serta memperoleh fleksibilitas interkoneksi untuk mempercepat transformasi digital, tanpa mengorbankan standar keamanan yang telah ada,” tambahnya.
DRB menegaskan keunggulan infrastruktur fisik. ServiceFabric mengintegrasikan penyedia layanan cloud, jaringan, dan infrastruktur IT dalam satu platform terintegrasi melalui PlatformDIGITAL®, platform pusat data global milik Digital Realty. Pendekatan software-defined ini mengurangi hambatan geografis dan teknis dalam interkoneksi global, menciptakan jalur komunikasi data yang lebih cepat dan aman bagi pelaku bisnis di Indonesia.
Selain itu, Yudha menyoroti keunggulan DRB sebagai pusat interkoneksi di Indonesia melalui kehadiran node IIX-JK2 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di fasilitas CGK11. Kehadiran hub internet nasional ini memastikan lalu lintas data lokal diproses dengan waktu tunda sangat rendah, memberikan performa optimal bagi pengguna di seluruh Indonesia.
Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada tahun 2026, didorong oleh peningkatan penggunaan internet dan transaksi digital. DRB juga mempersiapkan data center dengan beban kerja AI dan HPC yang memerlukan infrastruktur khusus, termasuk kepadatan daya tinggi, sistem pendingin cair (liquid cooling), serta kolokasi berdensitas tinggi untuk menangani komputasi intensif.
Chief Financial Officer DRB, Krishna Worotikan, menyoroti nilai strategis ini dengan menyatakan, “pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membutuhkan infrastruktur yang tidak hanya stabil, tetapi juga visioner.” Ia menegaskan bahwa AI adalah katalis utama yang akan mengubah lanskap bisnis secara fundamental.
Worotikan menambahkan, “Melalui integrasi ServiceFabric dan keahlian global Digital Realty dalam menangani beban kerja AI berskala besar, termasuk teknologi pendingin cair dan kolokasi berdensitas tinggi, kami memastikan perusahaan di Indonesia memiliki jalur ekspansi yang lebih mudah untuk terhubung dengan ekosistem global,” ujarnya.
DRB berupaya menyediakan fondasi digital yang kuat, menggabungkan infrastruktur fisik kelas dunia dengan solusi software yang memudahkan konektivitas global. Dengan peluncuran ServiceFabric dan ekspansi fasilitas, DRB memperkuat posisi Indonesia sebagai hub digital yang dapat mengakomodasi kebutuhan AI, HPC, dan transaksi digital yang terus berkembang. Keterhubungan yang terintegrasi dan aman menjadi kunci bagi pelaku bisnis Indonesia untuk bersaing di panggung global, memanfaatkan potensi ekonomi digital yang semakin besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Raffi Ahmad: Deepfake Merusak Reputasi, Panggil Waspada
GPOS Lite: Digitalisasi Apotek dengan Dukungan Lapangan
Lazada Luncurkan Cicilan 0% untuk Elektronik Back to School
Telkom Luncurkan AIcosystem Fokus Manfaat dan Kontrol
Samsung Hadapi Tekanan Chipset, Jaga Harga Kompetitif
Raffi Ahmad Dorong AI di Telkom Hub Jakarta: Jangan Takut
Berita Terbaru
Persebaya Terserah Kapten Bruno, Pindah Klub Luar Negeri
Anak 7 Tahun di India Kembali Sehat Tanpa Dialisis Sudah
5 Sayuran Ringan Bantu Turunkan Lemak Viseral Hanya 30 Hari
Trans Hotel Surabaya Buka 28th Sky Beach Club Tertinggi
CapCut Mastery Class: Pelatihan Edit Video & Cari Niche 2026
Konversi Tanggal Juni 2026: Dzulhijjah 1447 ke Muharram 1448
