DSI: PT Danantara Siap Eksport SDA dengan Fokus Profit

Endah K. · 2 min baca · 9 hari lalu · 38 dibaca
Bisik.id
DSI: PT Danantara Siap Eksport SDA dengan Fokus Profit

Gambar atau konten salah?

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak hanya akan mengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy. DSI juga akan beroperasi sebagai perusahaan yang mencari keuntungan.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan hal ini secara langsung. Ia menegaskan bahwa pembentukan DSI didorong oleh kekhawatiran praktik under invoicing dan transfer pricing yang merugikan negara.

“Danantara Sumberdaya Indonesia dahulunya adalah karena the issue of under invoicing, the potential value transfer. Ini kami sering dengar, saya pribadi pun sering dengar waktu dulu juga di industri,” kata Pandu dalam Investor Daily Roundtable di Jakarta, 26 Mei 2026.

Pandu, yang pernah menjabat sebagai ketua asosiasi pengusaha batu bara, mengaku sudah sangat memahami cara manipulasi harga yang telah berlangsung lama. Ia menambahkan, “Saya kebetulan jadi ketua asosiasi batu bara kurang lebih hampir 10 tahun. Di situ saya tahu juga, banyak yang baik, ada juga yang bandel. Dan bandelnya waktu pertama kali saya di asosiasi itu bisa dibilang 40%, tapi sekarang lebih baik.”

Awalnya, dua opsi muncul untuk pembentukan DSI. Opsi pertama adalah menjadikan DSI sebagai badan pemerintah biasa. Opsi kedua adalah menjadikannya operator bisnis. Setelah diskusi panjang, pemerintah memutuskan DSI menjadi entitas bisnis sejajar dengan Danantara Investment Management (DIM) yang berorientasi profit.

“Nah di dalam Danantara sendiri, it will be mindset-nya for profit. Balik kepada Danantara sebagai sovereign wealth fund. Memang ini tabungan buat generasi berikutnya. Jadi profit mentality itu tetap harus ada. Nah jadi minggu lalu DSI ini di bawah Danantara Investment Management, sekarang DSI ini sejajar,” jelas Pandu.

Struktur kepemilikan DSI terdiri dari 99% milik BPI Danantara dan 1% milik BP BUMN. Meski fokus pada keuntungan, Pandu menegaskan bahwa DSI tetap terbuka untuk pengembangan usaha lain.

“Karena kebetulan di bawah Danantara, namanya DSI, ide awalnya memang menjadi suatu perusahaan dan perusahaan BUMN yang memang harus profit, for profit. Jadi awal-awalnya it becomes an agent, agent of business. Nantinya kalau ada pengembangan lain sesuai dengan skill set SDM yang ada,” tutup Pandu.

Dengan struktur ini, DSI diharapkan dapat memaksimalkan potensi ekspor SDA sekaligus memberikan kontribusi finansial bagi negara, sambil menjaga agar operasionalnya tetap kompetitif di pasar global.

DSIminyak kelapa sawitbatu baraunder invoicingtransfer pricingprofit mentalitysovereign wealth fund

Komentar

Memuat komentar...