DSI: PT Danantara Siap Eksport SDA dengan Fokus Profit
Gambar atau konten salah?
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak hanya akan mengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy. DSI juga akan beroperasi sebagai perusahaan yang mencari keuntungan.
Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan hal ini secara langsung. Ia menegaskan bahwa pembentukan DSI didorong oleh kekhawatiran praktik under invoicing dan transfer pricing yang merugikan negara.
“Danantara Sumberdaya Indonesia dahulunya adalah karena the issue of under invoicing, the potential value transfer. Ini kami sering dengar, saya pribadi pun sering dengar waktu dulu juga di industri,” kata Pandu dalam Investor Daily Roundtable di Jakarta, 26 Mei 2026.
Pandu, yang pernah menjabat sebagai ketua asosiasi pengusaha batu bara, mengaku sudah sangat memahami cara manipulasi harga yang telah berlangsung lama. Ia menambahkan, “Saya kebetulan jadi ketua asosiasi batu bara kurang lebih hampir 10 tahun. Di situ saya tahu juga, banyak yang baik, ada juga yang bandel. Dan bandelnya waktu pertama kali saya di asosiasi itu bisa dibilang 40%, tapi sekarang lebih baik.”
Awalnya, dua opsi muncul untuk pembentukan DSI. Opsi pertama adalah menjadikan DSI sebagai badan pemerintah biasa. Opsi kedua adalah menjadikannya operator bisnis. Setelah diskusi panjang, pemerintah memutuskan DSI menjadi entitas bisnis sejajar dengan Danantara Investment Management (DIM) yang berorientasi profit.
“Nah di dalam Danantara sendiri, it will be mindset-nya for profit. Balik kepada Danantara sebagai sovereign wealth fund. Memang ini tabungan buat generasi berikutnya. Jadi profit mentality itu tetap harus ada. Nah jadi minggu lalu DSI ini di bawah Danantara Investment Management, sekarang DSI ini sejajar,” jelas Pandu.
Struktur kepemilikan DSI terdiri dari 99% milik BPI Danantara dan 1% milik BP BUMN. Meski fokus pada keuntungan, Pandu menegaskan bahwa DSI tetap terbuka untuk pengembangan usaha lain.
“Karena kebetulan di bawah Danantara, namanya DSI, ide awalnya memang menjadi suatu perusahaan dan perusahaan BUMN yang memang harus profit, for profit. Jadi awal-awalnya it becomes an agent, agent of business. Nantinya kalau ada pengembangan lain sesuai dengan skill set SDM yang ada,” tutup Pandu.
Dengan struktur ini, DSI diharapkan dapat memaksimalkan potensi ekspor SDA sekaligus memberikan kontribusi finansial bagi negara, sambil menjaga agar operasionalnya tetap kompetitif di pasar global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
I Wayan Sutama: Dari Peternak Jadi Pengusaha Bengkel Mobil
Pemerintah Pertimbangkan Angkat KSPI Said Iqbal ke Kabinet
IHSG Turun 1,70%, Rupiah Jatuh Rp18.049, Tegaskan Kuat
PGN Layanan Mata Gratis: 300 Peserta Diperiksa Jakarta
Kementerian Energi Tinjau Penundaan Batu Bara China PT DSI
Prabowo Kunjungi Danantara untuk Fokus AI dan Robotik
Berita Terbaru
Cuaca Berawan di Bandung 05 Juni 2026, Suhu 17‑30°C
Zodiak Gemini 5 Juni 2026: Energi Cinta & Karier Seimbang
Zodiak Aries: Energi Positif di Tanggal 5 Juni 2026
Zodiak Cancer 5 Juni 2026: Peluang Cinta dan Karir
Zodiak Virgo 5 Juni 2026: Hari Perubahan Kecil, Penuhi Potensi
Zodiak Leo 5 Juni 2026: Energi, Hubungan, Karier & Kesehatan
Zodiak Libra 5 Juni 2026: Panduan Harian dan Keberuntungan
Zodiak Taurus 5 Juni 2026: Rasa Aman, Keingintahuan & Peluang Baru
Zodiak Scorpio 5 Juni 2026: Energi Unik Hari Ini, Panduan Harian
Zodiak Sagittarius 5 Juni 2026: Prediksi Harian dan Energi Positif
