Dua Lubang Hitam Berputar, Siap Tabrakan Dekat Bumi
Gambar atau konten salah?
Para astronom telah menemukan dua lubang hitam yang sedang berputar menuju tabrakan, sebuah peristiwa yang berpotensi memengaruhi Bumi di abad mendatang. Penemuan ini didasarkan pada pengamatan teleskop radio selama beberapa dekade.
Objek yang sangat terang ini, sebelumnya dianggap sebagai blazar atau inti galaksi aktif, terletak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Tata Surya. Blazar biasanya ditenagai oleh lubang hitam supermasif dan menembakkan pancaran radiasi ke arah Bumi.
Namun, data terbaru mengungkapkan pancaran energi tersembunyi yang menunjukkan bahwa objek tersebut sebenarnya adalah dua lubang hitam. Kedua lubang ini berada di ambang tabrakan, mungkin dalam waktu kurang dari 100 tahun lagi.
“Kami memperkirakan satu lubang hitam (hasil penggabungan) akan tersisa,” ujar penulis studi Silke Britzen, astronom di Institut Max‑Planck. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
Blazar adalah salah satu objek paling terang di semesta. Mereka merupakan inti galaksi aktif, tempat materi melahap di pusat galaksi, biasanya ditenagai oleh lubang hitam supermasif. Pancaran radiasi berenergi tinggi biasanya diarahkan ke Bumi.
Peneliti menemukan bahwa, selain jet besar utama, ada jet kedua yang melingkar berlawanan arah jarum jam di sekitar pusat blazar. Setiap jet diduga dipicu oleh satu lubang hitam supermasif, masing-masing memiliki berat antara 100 juta hingga satu miliar kali massa matahari.
Para peneliti memprediksi bahwa ketika kedua lubang hitam ini akhirnya bertabrakan, mereka akan melepaskan gelombang gravitasi yang mungkin lebih kuat daripada gelombang yang pernah dicatat dari penggabungan lubang hitam sebelumnya. Jika demikian halnya, detektor gelombang gravitasi di Bumi akan menangkap sinyal tersebut.
Penemuan ini menambah pemahaman tentang dinamika lubang hitam dan potensi dampaknya bagi sistem kosmik di sekitar Bumi. Dengan dua lubang hitam yang bersaing di ruang angkasa, masa depan observasi astronomi akan semakin menarik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
