Dua Penduduk Sidoarjo Selama 16 Tahun Menabung, Akhirnya Haji
Gambar atau konten salah?
Mochmmad Nurhasan (78) dan Dawama (73) dari Sidoarjo akhirnya dapat menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 16 tahun. Mereka menabung dari hasil jualan bubur dan lontong balap yang mereka jual setiap hari.
Setiap pagi jam 8, mereka membuka gerobak kecil di pinggir jalan. Dari jam 8 pagi sampai 3 sore, mereka menjual lontong dan bubur sumsum. “Saya jualan lontong dan bubur sumsum, jualan sudah lama sekitar 30 tahun,” kata Dawama kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada hari Rabu, 6 Mei 2026.
Dalam satu hari, keuntungan bersih mereka biasanya sekitar Rp 100 ribu, namun pada hari-hari tertentu bisa mencapai Rp 200 ribu. “Saya mulai menabung sejak sebelum daftar haji tahun 2012 (daftar), 2010 menabung,” ujarnya. Sebagian dari keuntungan ini disisihkan melalui arisan di kampung. Setiap minggu, mereka menaruh Rp 200 ribu di dalam kantong kresek, lalu menyimpannya di lemari rumah.
Arisan menjadi sumber tambahan. “Saya ikut arisan, nanti kalau dapat uangnya dimasukkan kresek, terus ikut lagi, nanti dapat dimasukkan kresek lagi, arisan dapat Rp 5 juta, kadang Rp 10 juta,” ceritanya. Ketika dana arisan keluar, mereka menambah tabungan mereka.
Setelah menabung, mereka berhasil mengumpulkan Rp 50,5 juta. “Saat sudah terkumpul Rp 50,5 juta, mereka memberanikan diri untuk mendaftar haji,” kata narasumber. Pelunasan biaya haji kemudian dilakukan dengan menabung lagi. Meski hanya berjualan bubur dan lontong, Dawama dan Nurhasan yakin dapat menunaikan haji berkat ketekunan dan doa.
Nurhasan menegaskan motivasi pribadi. “Ingin berhaji karena kemauan sendiri,” katanya. Ia juga mengakui bahwa tetangganya terkadang terkejut ketika mengetahui rencana haji mereka. Beberapa orang mengira mereka mendapat warisan. “Sering ditanya dapat warisan dari mana, enggak dapat warisan dari mana-mana, (uangnya) asal kerja, orang-orang tau saya gak punya apa-apa,” jawabnya.
Setelah tiba di Asrama Haji Sukolilo pada hari Selasa, 5 Mei 2026, mereka bersiap untuk berangkat. Rasa syukur mengalir deras. “Minta sehat, minta rezekinya lancar,” pungkas Nurhasan dan Dawama. Mereka berharap doa-doa mereka akan terwujud di Tanah Suci.
Perjalanan ini menegaskan bahwa dengan tekad dan disiplin, impian besar dapat dicapai tanpa bantuan warisan. Mereka menjadi contoh bagi banyak orang yang ingin menunaikan haji melalui usaha sendiri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Gudang Semen Terbakar di Nganjuk, Tidak Ada Korban Jiwa
Jadwal Sholat Jawa Timur 04 Juni 2026: Subuh Paling Awal
Kemensos Atensi Rp284,8 Juta Ke 126 Penerima Tulungagung
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
