Dua Restoran Indonesia Masuk Daftar Asia's 50 Best 2026

Dwi H. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 118 dibaca
Bisik.id
Dua Restoran Indonesia Masuk Daftar Asia's 50 Best 2026

Gambar atau konten salah?

Berdua restoran Indonesia kini muncul di daftar Asia's 50 Best Restaurants 2026. August Restaurant di Jakarta menempati posisi ke 42, sementara Locavore NXT di Bali masuk di posisi ke 44. Pencapaian ini menjadi sorotan karena penghargaan tersebut dianggap paling bergengsi di kawasan Asia.

Di balik prestasi ini, proses penilaian berjalan melalui sistem voting rahasia yang melibatkan lebih dari 350 orang. Para pemungut suara ini tersebar di berbagai negara Asia, termasuk Jepang, Shanghai, Malaysia, dan negara lainnya. Voting ini dikelola oleh Asia's 50 Best Restaurants Academy, yang terbagi menjadi tujuh wilayah: India dan subkontinen, Asia Tenggara-Selatan, Asia Tenggara-Utara, Hong Kong, Taiwan, Macau, China Mainland, Korea, dan Jepang.

Anggota Academy terdiri dari penulis, jurnalis, kritikus makanan, chef, pemilik restoran, dan penikmat kuliner berpengalaman. Setiap anggota memilih sepuluh restoran, dengan syarat setidaknya empat di antaranya berasal dari luar negara atau asal mereka. Pilihan ini harus didasarkan pada pengalaman pribadi, karena sistem ini bersifat subjektif. Namun, para panelis percaya bahwa pengalaman setiap orang merupakan indikator kredibel untuk menentukan tempat makan terbaik di Asia.

“Setiap voters ini setiap tahun punya hak suara untuk mem-vote. Kalau nggak salah sekitar sepuluh restoran, dan setiap tahun itu akan di-akumulasikan dan di-audit secara resmi,” ujar chef Hans Christian, Head Chef dan Co-Owner August Jakarta, pada 9 April. Ia menambahkan, “Setiap bulan Maret, hasil daftarnya akan keluar, sehingga dibutuhkan waktu 18 bulan untuk melakukan penilaian.”

Menurut Budi Cahyadi, proses ini memerlukan waktu yang cukup lama. “Jadi apa yang kita dapat tahun ini, kemungkinan pemilihannya mungkin sudah dari tahun lalu,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa data voting tidak langsung terlihat, melainkan terakumulasi selama setahun penuh sebelum diumumkan.

Para panelis datang ke restoran secara anonim. “Tapi mereka lumayan fair juga dalam arti pembagian profilingnya. Jadi dari semua voters, sepertiganya chef and restaurateur. Sepertiganya jurnalis dan media atau writer dan sepertiganya itu foodie atau traveler atau yang suka makan. Dan 50% pria, 50% wanita,” tambah chef Hans. Profil ini dirancang agar representasi yang seimbang dan tidak bias.

Berikut aturan utama pemungutan suara, sebagaimana tertera di situs resmi www.theworlds50best.com:

  • Voting bersifat sangat rahasia sampai sebelum daftar resmi diumumkan.
  • Para panelis memilih 10 restoran, setidaknya empat di antaranya berada di luar negara atau asal mereka.
  • Para pemilih harus pernah makan di restoran yang mereka nominasikan dalam 18 bulan terakhir.
  • Para pemilih tidak diperbolehkan memilih restoran yang mereka miliki sendiri atau yang terkait dengan kepentingan finansial pribadi di dalamnya.
  • Nominasi harus diajukan untuk restorannya, bukan untuk pemilik restoran atau chef.
  • Para panelis menyampaikan pilihan mereka sesuai urutan preferensi (informasi ini digunakan untuk menentukan posisi jika terjadi hasil seri).
  • Restoran harus menerima suara lebih dari satu negara/wilayah agar dapat masuk ke dalam daftar.

Metode ini menegaskan bahwa tidak ada restoran yang dapat mengajukan diri sendiri untuk masuk ke dalam daftar. Tidak ada pula pengaruh eksternal dari William Reed, pemilik media ini, untuk memengaruhi hasil.

Semua restoran di Asia yang memenuhi syarat berpeluang masuk ke dalam daftar, kecuali jika restoran tersebut tutup pada saat daftar diumumkan atau jika tim akademi menerima pemberitahuan bahwa restoran tersebut akan tutup dalam waktu dekat. Tidak ada kriteria khusus yang harus dipenuhi, seperti beroperasi selama tahun tertentu atau menjual produk tertentu.

“Kriteria ini dirancang untuk memungkinkan para panelis kami memberikan suara secara luas. Mereka dapat memilih restoran kecil yang tidak dikenal di lokasi terpencil, atau memilih tempat paling terkenal di negara atau wilayah mereka sendiri – pendapat dan pengalaman merekalah yang penting,” ungkap pihak Asia's 50 Best Restaurants.

Penghargaan ini menegaskan bahwa restoran terbaik di Asia dipilih berdasarkan pengalaman pribadi para panelis, bukan melalui standar objektif yang ketat. Proses voting yang rahasia dan anonim membantu menjaga integritas, sementara pembagian panelis yang seimbang mengurangi potensi bias.

Dengan dua restoran Indonesia masuk daftar, prestasi ini menandakan bahwa masakan Indonesia dapat bersaing di panggung internasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa sistem voting yang melibatkan panelis beragam dapat menilai kualitas kuliner secara lebih holistik.

Asia's 50 Best Restaurants 2026August Restaurant JakartaLocavore NXT BaliVoting rahasiaPanelis kulinerAsia's 50 Best Restaurants AcademyMasakan Indonesia

Komentar

Memuat komentar...