Dua Ular Piton 4 Meter Ditemukan, Dilepas Pemadam Semarang
Gambar atau konten salah?
Di kota Semarang, dua ular piton sepanjang 4 meter ditemukan di dua lokasi berbeda, yaitu di daerah Ngaliyan dan Banyumanik. Warga setempat segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, yang kemudian mengirim tim evakuasi.
Lokasi pertama berada di Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Ular tersebut ditemukan oleh pemilik rumah, Ayani, pada 11 April 2026 sore. Saat keluar rumah, Ayani melihat ular di teras.
"Itu kan pas di teras melihat kok ada ular," jelas Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, pada hari itu. Setelah menemukan ular, Ayani langsung melapor ke Damkar.
Tim penyelamat, yang terdiri dari enam personel, segera menuju lokasi. Tantri menjelaskan bahwa ular piton berada di teras rumah dengan panjang 4 meter. Karena berada di ruang terbuka, evakuasi tidak menimbulkan hambatan besar. Personel menggunakan penjepit ular untuk mengevakuasi reptil tersebut. "Evakuasinya tidak ada masalah sih. Kita kan pakai alat penjepit itu," kata Tantri.
Setelah dievakuasi, ular tersebut diletakkan di sebuah drum berwarna biru. Saat ini, ular tersebut telah diamankan di Mako Damkar Kota Semarang di Semarang Barat.
Sore hari yang sama, seekor piton lain ditemukan di samping rumah warga Faiq Luthfi di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik. Ular tersebut juga sepanjang 4 meter.
Menurut Tantri, ular tersebut ditemukan ketika Faiq hendak mengambil besi di samping rumah. Ular bersembunyi di balik tumpukan besi dan kayu. Setelah menemukan ular, Faiq segera menghubungi Damkar Kota Semarang. Tim dari Pos Damkar Banyumanik kemudian berangkat ke lokasi.
Evakuasi di Banyumanik berlangsung cepat karena piton masih berada di ruang terbuka. Tantri menambahkan, "Kalau evakuasinya cepat karena ada di ruang terbuka. Kalau di got atau tempat lainnya yang tertutup itu agak susah." Setelah dievakuasi, ular tersebut juga disimpan di Mako Damkar Kota Semarang.
Kedua piton yang ditemukan di Ngaliyan maupun Banyumanik kini telah diamankan di fasilitas Mako Damkar Kota Semarang. Kejadian ini menegaskan pentingnya kewaspadaan warga terhadap hewan liar di lingkungan rumah dan kesiapan petugas pemadam kebakaran dalam menangani situasi darurat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Berita Terbaru
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
