Duta Besar Iran Kunjungi Solo, Diskusi Kerja Sama Kembar

Fitri A. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Duta Besar Iran Kunjungi Solo, Diskusi Kerja Sama Kembar

Gambar atau konten salah?

Mohammad Boroujerdi, duta besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, datang ke Kota Solo pada 01 April 2026 untuk bertemu dengan Wali Kota Respati Ardi dan Presiden Joko Widodo di kediaman Sumber, Banjarsari. Kunjungan dimulai di Balai Kota Solo, lalu berlanjut ke rumah Presiden.

Di Balai Kota, Boroujerdi disambut hangat oleh Wali Kota. Setelah berkenalan, ia berangkat menuju kediaman Presiden. Di sana, ia tiba sekitar pukul 11.40 WIB. Selama pertemuan, duta besar Iran mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri dan berterima kasih atas ucapan bela sungkawa atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei.

Joko Widodo menyapa, “Terima kasih, selamat datang di Solo, dan di rumah saya.” Perbincangan berlangsung tertutup. Presiden menegaskan bahwa beberapa isu, termasuk negosiasi pembukaan Selat Hormuz, tidak termasuk agenda hari itu. Ketika ditanya, Jokowi menjawab, “Ya tadi saya menyampaikan banyak hal, tetapi itu urusan pemerintah ya.”

Keberadaan duta besar Iran menambah perhatian publik, mengingat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, kunjungan ini tetap fokus pada hubungan bilateral dan potensi kerja sama kota.

Boroujerdi lahir di Hamedan, Iran, pada 19 Juli 1966. Ia memulai karier diplomatik setelah lulus sarjana Hubungan Internasional pada 1994. Pada tahun yang sama, ia menyelesaikan program magister di bidang Hubungan Politik di Universitas Kementerian Luar Negeri Iran. Pendidikan kuat ini menjadi dasar bagi peran strategisnya di berbagai negara.

Berikut adalah garis waktu kariernya:

  • 1995‑1997: Tenaga ahli di Kantor Kajian Politik dan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran
  • 1997‑2001: Ahli Direktorat Jenderal Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran
  • 2001‑2004: Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Iran di Jakarta
  • 2008‑2011: Konselor Politik Kedutaan Besar Iran di China
  • 2011‑2014: Deputi Direktorat Kedua Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran
  • 2014‑2018: Wakil Duta Besar Iran untuk Afrika Selatan
  • 2018‑2020: Penanggung Jawab Kedutaan Besar Non Residen Iran di Singapura
  • 2020‑2021: Penanggung Jawab Direktorat Satu Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran di China dan Mongolia
  • 2021‑2023: Asisten Dirjen Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran
  • 2023: Penanggung Jawab Direktorat Jenderal Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran
  • 2023‑sekarang: Duta Besar Iran untuk Indonesia

Selama pertemuan dengan Wali Kota, Boroujerdi secara jelas menyatakan niatnya menjalin kerja sama kota kembar atau sister city antara Solo dan kota di Iran. Ia mengatakan, “Kami telah menempatkan tim di kedutaan kami untuk mempelajari kota di Iran yang setara dengan Solo, baik dari segi populasi maupun kepentingan ekonomi, budaya, sejarah, dan pariwisata untuk kemudian diperkenalkan kepada bapak Wali Kota.”

Respati Ardi menanggapi positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan, “Pihak kami menerima siapa saja. Kami mendoakan bagi semuanya yang terdampak perang ini semoga bisa diampuni dosa-dosanya, dan kami sangat berdoa dan berharap ini segera selesai. Ini tentunya isu kemasyarakatan, isu kemanusiaan, dan bentuk solidaritas dan kemanusiaan, kebersamaan kami masyarakat Indonesia untuk bisa ikut membantu. Dan tentunya tadi disampaikan apabila nanti perang selesai, kami mengajak dari Kadin, dari PHRI, dari HIPMI, dari Gekraf, akan melaksanakan perjanjian ekonomi, perdagangan.”

Menanggapi rencana sister city, Respati menambahkan, “Saya rasa nanti setelah perang selesai, menurut data dari mereka ada setiap bulannya 50.000 wisatawan dari Iran yang masuk ke Indonesia. Dan beliau berkomitmen nanti ke depan setelah selesai akan menjalankan misi pariwisata dan ekonomi di Indonesia, khususnya di Kota Surakarta.”

Di kediaman Sumber, suasana menjadi santai. Jokowi menyajikan hidangan khas Nusantara, mulai dari ayam goreng kremes, mie Aceh, telur mata sapi, hingga lontong sayur dan gulai kambing. Boroujerdi tampak terkesan dan mengapresiasi dukungan keluarga Jokowi melalui ucapan duka dari berbagai elemen masyarakat.

Setelah makan, Boroujerdi mengundang Presiden untuk mengunjungi kediamannya di Jakarta. Ia berkata, “Saya ingin mengundang Yang Mulia juga untuk mencoba untuk mencicipi makanan dari Iran di kediaman saya di Jakarta. Tentu saja saya sangat berharap Yang Mulia bisa menerima undangan tersebut. Merupakan sebuah kehormatan.”

Jokowi menutup pertemuan dengan pesan perdamaian. Ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi sangat bergantung pada ketenangan geopolitik. “Dunia ini butuh sebuah dunia yang damai… krisis energi dan minyak yang sekarang dirasakan banyak negara, itu tidak terjadi kalau perang tidak ada. Sehingga kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi semuanya bisa berjalan dengan normal tanpa hambatan,” ujarnya.

Profil singkat Mohammad Boroujerdi menegaskan peran pentingnya dalam memperkuat hubungan Indonesia‑Iran. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman diplomatik yang luas, ia membawa perspektif strategis bagi kedua negara.

Keberadaan duta besar Iran di Solo menandai langkah konkret dalam mempererat hubungan budaya, ekonomi, dan pariwisata. Meskipun situasi geopolitik masih menantang, inisiatif ini menunjukkan niat kedua belah pihak untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan potensi pariwisata dan perdagangan, serta dukungan lembaga seperti Kadin, PHRI, HIPMI, dan Gekraf, harapan akan hubungan yang lebih erat tetap hidup.

Mohammad BoroujerdiDuta Besar IranSoloJoko WidodoHubungan bilateralSister cityPariwisataGeopolitik Timur Tengah

Komentar

Memuat komentar...