Eceng Gondok Menghambat Aliran PLTA Saguling Sungai Citarum
Gambar atau konten salah?
Eceng gondok menutupi perairan Sungai Citarum dan mengarah ke Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat. Pertumbuhan tanaman ini mengancam operasional PLTA Saguling karena dapat menghambat aliran air yang menjadi sumber energi utama pembangkit listrik.
Selain mengganggu aliran, kehadiran eceng gondok juga menandakan penurunan kualitas air. Pencemaran menambah masalah, karena limbah industri dan rumah tangga dibuang langsung ke sungai tanpa penyaringan atau pengolahan. Hal ini terjadi dari hulu hingga hilir Sungai Citarum.
“Selama satu tahun terakhir, sekitar 8,5 hektare eceng gondok di area waduk telah berhasil dibersihkan,” ujar Indra Darmawan, pegiat lingkungan sekaligus Ketua Bening Saguling Foundation, pada Minggu (19 April 2026). Ia menambahkan bahwa pembersihan dilakukan secara berkala, menggunakan metode tradisional maupun alat berat seperti ekskavator.
Indra menekankan pentingnya memanfaatkan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi. “Kami bukan cuma membersihkan eceng gondoknya saja, tapi juga bagaimana memanfaatkannya menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat untuk sadar dan berperan dalam menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.
Menurut Doni Bakar, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, pihaknya rutin melakukan pembersihan, pemanfaatan teknologi, dan pembinaan masyarakat. “Waduk Saguling merupakan energi primer bagi PLTA, sehingga keberlanjutannya sangat bergantung pada kondisi perairan yang bersih dan terjaga. Penanganan eceng gondok sendiri merupakan program rutin yang kami laksanakan,” jelasnya.
Kesadaran bersama menjadi kunci. Jika masyarakat bersama bergerak, kondisi sungai dapat tetap lestari. Sungai bukan tempat sampah raksasa; ia adalah nadi kehidupan yang harus dijaga agar tetap dapat menghidupi kita di masa depan.
Dengan upaya rutin pembersihan dan pemanfaatan eceng gondok, PLTA Saguling berupaya menjaga aliran air dan kualitas sungai. Keterlibatan masyarakat dan teknologi menjadi pilar utama dalam menjaga keberlanjutan energi dan lingkungan di wilayah Bandung Barat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
