Ekonomi Utara: Tifatul Fokus Karimun sebagai Pusat Pertumbuhan

Dian P. · 3 min baca · 3 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Ekonomi Utara: Tifatul Fokus Karimun sebagai Pusat Pertumbuhan

Gambar atau konten salah?

Ketua Fraksi PKS MPR RI, Tifatul Sembiring mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah selama ini terlalu banyak terfokus pada Kawasan Selatan, khususnya Bali. Menurutnya, Kawasan Utara memiliki potensi ekonomi yang besar di sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.

Ia memperkenalkan konsep Ekonomi Utara sebagai strategi baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ide ini disampaikan saat ia menghadiri Lokakarya Akademik Fraksi PKS MPR RI Tahun 2026 dengan tema “Membedah Potensi Ekonomi Karimun Kepulauan Riau” yang diselenggarakan di Batam, Kepulauan Riau, pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.

Tifatul menyoroti sejumlah wilayah yang dapat menjadi bagian penting dari pengembangan Ekonomi Utara. Daerah-daerah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Papua. Ia menegaskan bahwa wilayah ini berhadapan langsung dengan negara-negara berpenduduk lebih dari 3 miliar manusia.

Ia juga mencatat bahwa Karimun, Kepulauan Riau, memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia. Menurutnya, lebih dari 95% kapal yang melintas dari Samudra Pasifik ke Atlantik maupun sebaliknya melewati jalur penting ini.

“Di sini ada Selat Malaka yang sangat strategis. Selama ini Singapura yang mengambil keuntungan lebih banyak dari kapal-kapal yang lewat. Arus peti kemas Singapura pada 2024 saja mencapai 41,12 juta TEU dalam satu tahun, karena Selat Hormuz ditutup, maka sekarang naik lagi ke 65 juta TEU.”

Ia melanjutkan dengan membandingkan data kapal di wilayah tersebut. “Bandingkan dengan Batu Ampar di Batam yang hanya sekitar 797 ribu TEU setahun, belum sampai 1 juta TEU. Mereka berlipat-lipat. Padahal Singapura negaranya kecil, tetapi bisa memanfaatkan jalur strategis ini,”

Tifatul menekankan pentingnya infrastruktur transportasi. “Kalau koneksi transportasinya bagus, tentu orang akan berbondong-bondong datang. Dari sisi keindahan alam, daerah-daerah Utara tidak kalah cantik. Ada Danau Toba, ada Sabang, pantai-pantai di Aceh seperti Lhoknga, Danau Singkarak, Danau Maninjau, Bunaken, Raja Ampat, dan Maluku Utara,”

Ia menegaskan bahwa pengembangan Karimun harus diarahkan pada sektor yang cepat memberi dampak ekonomi, khususnya pariwisata. Ia mencontohkan, pada 2024, devisa pariwisata Indonesia baru sekitar Rp 64 triliun, sementara Malaysia telah mencapai sekitar Rp 406 triliun. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa pariwisata merupakan sektor strategis yang perlu digarap serius karena mampu menghadirkan perputaran uang secara langsung melalui belanja wisatawan.

“Fokuslah pada sektor yang bisa cepat meningkatkan ekonomi Karimun, terutama pariwisata, kuliner, hotel, hiburan, transportasi, dan konektivitas. Di mana banyak orang datang, di situ ada uang yang berputar. Karimun harus punya sesuatu yang bisa dipasarkan secara digital, punya kuliner khas, kawasan menarik, desa wisata, yang bisa dipasarkan,”

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyambut baik gagasan Tifatul. Ia menegaskan bahwa Kepri memiliki posisi sangat strategis dalam pengembangan ekonomi nasional. Menurutnya, letak Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional serta berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadi modal penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.

“Selat Malaka adalah jalur ekonomi dunia, salah satu dari 10 checkpoint dunia. Setiap tahunnya dilalui sekitar 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer. Kepri harus mampu mengambil manfaat lebih besar dari arus perdagangan internasional tersebut,” tegasnya.

Beberapa potensi investasi di Kepulauan Riau melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga diangkat. Di antaranya KEK Bintan Galang Batang untuk industri pengolahan smelter bauksit, KEK Batam Nongsa Digital Park sebagai pusat ekonomi digital dan jembatan IT Indonesia-Singapura, KEK Batam Aero Technic untuk layanan perawatan dan perbaikan pesawat, KEK Tanjung Sauh untuk produksi, pengolahan, logistik, distribusi, dan energi, serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam sebagai pusat layanan kesehatan dan pariwisata medis bertaraf internasional.

Dengan menekankan potensi ekonomi utara dan strategi pengembangan kawasan, Tifatul dan para pemimpin daerah menegaskan bahwa wilayah utara Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata, infrastruktur, dan investasi strategis.

Ekonomi UtaraKepulauan RiauSelat MalakaPariwisata IndonesiaKEKInfrastruktur TransportasiTifatul Sembiring

Komentar

Memuat komentar...