Eks Spesialis: Gempa Palu Tidak Menyebabkan Bojonegoro

Teguh A. · 2 min baca · 7 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Eks Spesialis: Gempa Palu Tidak Menyebabkan Bojonegoro

Gambar atau konten salah?

Di media sosial Threads, sebuah unggahan dari akun hsuliz2021 menyebut gempa di Palu dengan magnitudo 6,7 memunculkan spekulasi bahwa gempa tersebut bisa memicu gempa di daerah lain, termasuk Bojonegoro di Jawa Timur. Unggahan itu segera menimbulkan banyak komentar dan kekhawatiran di kalangan warganet.

Akun tersebut meminta warga di beberapa wilayah—Bojonegoro, Pandeglang, Padang Pariaman, dan Simeulue Aceh—untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menulis:

"Dari kejadian gempa Kota Palu 6,7 mag hari ini, mohon teman di Bojonegoro Jatim, Pandeglang Banten, Padang Pariaman, Simeulue Aceh, waspada bisa muncul gempa skala 6-7. Ada gempa sesar darat yang lebih sulit diprediksi," kata ia.

Ia juga menambahkan data tekanan lempeng bumi, mengatakan:

"Data tekanan lempeng bumi udah 1.200 bar, yang tertinggi masih Selat Sunda bisa 1.350 bar, arti bisa ada gempa skala 6-7-8," lanjutnya.

Unggahan tersebut mendapat 164 komentar dan lebih dari seribu like. Salah satu pengguna bertanya, "Sampai Jatim, Bojonegoro Pak?" Akun itu menjawab singkat, "Sesar Kendeng."

Profil hsuliz2021 menulis bio: "Travelling (18 country), utility energy master/senior engineer (level 3 from Nissan Motor Co Japan), enthusiast earth quake and tsunami."

Diskusi ini muncul karena ada dugaan bahwa gempa di Palu terkait dengan potensi gempa di Bojonegoro melalui keberadaan Sesar Kendeng. Untuk menanggapi hal tersebut, Dr. Ir. Amien Widodo, pakar geologi ITS dan peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, menjelaskan posisi Palu yang sangat jauh dari Pulau Jawa.

Ia berkata:

"(Palu) posisinya itu jauh sekali kan, di atas Jawa itu kan Kalimantan, terus Sulawesi sana ya. Nah, Sulawesi itu baru di atas Madura lah kiranya begitu. Nah, terus pergeseran sesarnya, pergeseran patahannya itu ke arah barat laut, jadi ke arah atas begitu, jadi miring terhadap Jawa itu miring. Jadi, enggak lurus langsung," jelas Amien.

Dengan penjelasan tersebut, sebagian orang mulai memahami bahwa meskipun gempa di Palu besar, jarak dan arah pergeseran lempeng membuat kemungkinan langsung memicu gempa di Bojonegoro tidak begitu tinggi. Namun, tetap disarankan untuk tetap waspada, karena gempa sesar darat memang sulit diprediksi.

Gempa PaluBojonegoroSesar KendengLempeng BumiPuslit MKPI ITSThreadsWarganet

Komentar

Memuat komentar...