El Nino Memaksa Jatim Awal Musim Kemarau 2026, 815 Desa

Nurul H. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
El Nino Memaksa Jatim Awal Musim Kemarau 2026, 815 Desa

Gambar atau konten salah?

BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal di beberapa wilayah karena potensi El Nino yang semakin kuat. Pada 31 Maret 2026, BPBD Jatim mengungkapkan bahwa "Yang berpotensi ada di 815 desa, 220 kecamatan di 26 kabupaten/kota di Jawa Timur," menandai area yang rentan kekeringan.

Gatot Soebroto, kepala BPBD Jatim, menyatakan bahwa musim kemarau diprediksi sudah akan terjadi pada April 2026. Ia menambahkan, di Tuban, beberapa desa sudah mengalami kekeringan. "Dalam rakor bersama BNPB Jumat lalu telah dipetakan sejumlah risiko kekeringan. Kami akan terus meng-update titik-titik mana saja yang rawan kekeringan, dan tentu masyarakat juga bisa melapor ke masing-masing BPBD kabupaten/kota untuk meminta bantuan," jelasnya.

Gatot menyoroti bahwa panas kemarau tahun 2026 diprediksi lebih menyengat dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Panasnya lebih menyengat untuk El Nino Godzila ini," tambahnya.

Upaya pemerintah provinsi melalui BPBD meliputi penyediaan dropping air bersih ke titik-titik atau desa yang mengalami kekeringan. "Kami siapkan bantuan untuk dropping air bersih ke titik-titik atau desa yang terjadi kekeringan. Memang di awal April sudah masuk kemarau, dan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus 2026 nanti," ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar aktif melapor meminta bantuan ke BPBD kabupaten/kota. "Kami juga harap masyarakat aktif melapor meminta bantuan ke BPBD kabupaten/kota, agar bisa kami berikan bantuan air bersih," tutupnya.

Dengan peringatan ini, pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi dan mengajak warga untuk berpartisipasi dalam pelaporan risiko kekeringan, menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bersama menghadapi musim kemarau yang lebih cepat dan intens.

BMKGEl NinoBPBD Jatimkekeringandropping air bersihmusim kemarau 2026Jawa Timurmitigasi

Komentar

Memuat komentar...