EMAS Tunjuk 3 Direktur Baru, Siap Perluas Produksi Emas
Gambar atau konten salah?
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) baru saja menandai langkah penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan dengan menunjuk tiga calon direktur baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas di tingkat global.
Direktorat baru ini tidak hanya sekadar pergantian struktural. “Penunjukan ini tidak sekadar pergantian struktural, melainkan bagian dari upaya memperkuat kapabilitas operasional dan tata kelola perusahaan dalam menghadapi fase pertumbuhan berikutnya,” kata pihak perusahaan dalam keterbukaan informasi pada 30 Maret 2026.
EMAS kini sudah melewati fase eksplorasi dan memasuki tahap produksi komersial. Pada 1 Maret 2026, perusahaan berhasil mengeksekusi penjualan emas pertama kepada PT Aneka Tambang Tbk. Penjualan tersebut menandai tonggak penting bagi perusahaan, sekaligus membuka peluang ekspansi lebih lanjut.
Dengan latar belakang teknis, operasional, dan finansial yang kuat, ketiga calon direktur ini diharapkan dapat memimpin perusahaan menuju strategi ekspansi yang lebih efektif. Rekam jejak Dewan Direksi dan Komisaris, khususnya dalam proyek tambang seperti Pani, diharapkan menjadi fondasi penting untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
Berikut nama dan profil singkat calon direktur EMAS:
1. Nicholas John Green – Bergabung sejak 1 Mei 2022, saat ini menjabat sebagai General Manager di EMAS. Tugasnya fokus pada pengembangan proyek baru serta ekspansi fasilitas operasi yang sudah berjalan. Peran ini menjadi kunci dalam meningkatkan produksi jangka panjang, terutama di tengah permintaan emas global yang terus meningkat.
2. Barend Johannes Nicolaas Knoetze – Memiliki pengalaman operasional yang luas. Sejak 1 November 2025, ia menjabat sebagai General Manager Tambang Emas Pani, salah satu proyek strategis EMAS. Barend bertanggung jawab atas operasional harian tambang, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga implementasi strategi jangka panjang. Sebelumnya, ia pernah menjadi General Manager di Tambang Tembaga Wetar milik Merdeka Copper Gold. Pengalaman lintas komoditas ini menjadi nilai tambah dalam mengelola operasi tambang berskala besar.
3. Suryadinata Tanu – Mengisi posisi penting di sisi keuangan. Sebelumnya menjabat sebagai General Manager Finance, Accounting, and Tax di MDKA sejak 1 November 2017. Peran ini krusial untuk menjaga stabilitas finansial perusahaan, terutama saat EMAS memasuki fase produksi yang menuntut pengelolaan biaya, investasi, dan arus kas yang lebih kompleks.
Selain penunjukan direksi, EMAS juga memperkuat Dewan Komisaris dengan menambahkan beberapa anggota baru. Berikut profil jajaran Dewan Komisaris EMAS:
1. Winato Kartono – Seorang profesional di bidang investasi dan perbankan dengan pengalaman lebih dari dua dekade. Ia pernah menjabat di Provident Investasi Bersama, Tower Bersama Infrastructure, hingga GoTo, dan kini aktif sebagai Komisaris di Provident Capital serta Komisaris Utama Merdeka Battery Materials.
2. Xinyu Wang – Eksekutif pertambangan global dengan pengalaman panjang di proyek tambang dan infrastruktur. Ia pernah memimpin JCHX Mining Management sebagai Presiden dan Direktur Utama serta memiliki rekam jejak lebih dari 25 tahun di proyek logam non-besi internasional.
3. Dr. Jona Widhagdo Putri – Pakar hubungan internasional dan investasi lintas negara. Saat ini menjadi Penasihat Khusus Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI, dengan pengalaman strategis dalam kerja sama Indonesia-Tiongkok serta latar belakang akademik doktor hukum dari Fudan University.
4. John Mackay McCulloch Williamson – Profesional pasar keuangan global dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Ia pernah menjabat Managing Director Morgan Stanley Asia Pacific dan kini menjadi Chairman London Metal Exchange serta aktif di berbagai dewan perusahaan internasional.
5. Yu Gao – Investor ekuitas swasta berpengalaman di Asia. Kariernya panjang di Morgan Stanley hingga posisi Managing Director dan Co-CIO, serta memiliki rekam jejak kuat dalam investasi dan tata kelola perusahaan publik di Hong Kong.
Dengan penambahan ketiga direktur dan lima komisaris, EMAS menempatkan diri pada posisi yang lebih siap untuk menjalankan strategi ekspansi. Fokus utama perusahaan kini adalah meningkatkan produksi emas secara berkelanjutan, memperluas jaringan operasional, dan memperkuat posisi finansial di pasar global.
Perusahaan menilai bahwa kombinasi pengalaman teknis, operasional, dan finansial dari jajaran direksi baru akan memperkuat kapabilitas operasional. Sementara itu, jajaran komisaris yang beragam latar belakangnya diharapkan dapat menambah perspektif strategis dan memastikan tata kelola perusahaan tetap sesuai standar internasional.
Secara keseluruhan, langkah ini menandai fase baru bagi EMAS. Dengan produksi komersial yang telah terwujud dan penjualan emas pertama kepada PT Aneka Tambang Tbk, perusahaan kini berada di jalur yang lebih jelas menuju pertumbuhan berkelanjutan. Perubahan struktural ini diharapkan dapat memperkuat fondasi operasional dan tata kelola, sekaligus membuka peluang bagi ekspansi lebih lanjut di industri pertambangan emas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
