EMMO Buka 12 Dealer Listrik di Papua, Pengadaan Dipertanyakan
Gambar atau konten salah?
EMMO, produsen motor listrik yang dulu dipakai untuk kendaraan operasional Makan Bergizi Gratis (MBG), kini menargetkan jaringan dealer yang lebih luas. Fokusnya bukan hanya di Pulau Jawa, melainkan juga di Papua.
Di laman resmi mereka, Jumat 05 Juni 2023 diumumkan bahwa EMMO akan membuka 12 dealer motor listrik dalam waktu dekat. Enam dari titik tersebut berada di Papua, sedangkan enam lainnya terpusat di Pulau Jawa.
Dealer di Papua akan berlokasi di Mimika, Wamena, Sorong, Monokwari, Merauke, dan Jayapura. Dealer di Jawa akan berada di Jakarta, Tangerang, Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Semua dealer, kecuali yang di Bogor, diberi keterangan coming soon atau “segera hadir”. Tidak ada tanggal pasti kapan fasilitas tersebut akan siap melayani pembelian dan perbaikan kendaraan.
Sebelumnya, kami mengunjungi dealer EMMO di Jakarta Barat. Saat itu, fasilitas belum selesai dibangun, meski distribusi kendaraan sudah dimulai secara bertahap.
Motor listrik EMMO kembali menjadi perbincangan setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terbukti melakukan markup saat pengadaan motor operasional MBG. Nilainya mencapai Rp 1 triliun untuk 21 ribuan unit kendaraan.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan motor listrik tersebut sudah terlanjur didistribusikan ke berbagai daerah. Sehingga, Kejaksaan Agung tidak melakukan penyitaan untuk barang bukti.
“Enggak (disita), kalau barangnya kan sudah distribusi di daerah,” kata Syarief.
Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung menduga pengadaan motor listrik tersebut tak berjalan sesuai aturan. Vendor pemenang proyek bahkan diklaim tidak memenuhi syarat.
“Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan nilai total Rp 1,03 triliun telah dibayarkan kepada PT YAT yang tidak memenuhi syarat selaku vendor karena tidak memiliki dealer atau bengkel aktif dan terdapat markup,” kata Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry.
Keputusan ini menyoroti ketidaksesuaian prosedur pengadaan dan potensi penyalahgunaan dana publik. Perlu ada pengawasan lebih ketat agar distribusi kendaraan listrik dapat berjalan sesuai regulasi dan transparan bagi publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BYD M6 Tetap Terlaris, Harga Bekas di atas Rp 300 Juta 2026
Operasi 2026: 14 Hari Penegakan Lalu Lintas Non-ETLE
Dealer Jepang Tutup, Auto2000 Geser Fokus ke Pasar China
Toyota Serahkan 3 Ambulans Innova ke RSUD Muda Sedia Aceh
Chery Produksi Mobil di Sunderland Menggunakan Pabrik Nissan
Barcode Gokart Kirim Empat Pembalap ke SWS Final Italia
Berita Terbaru
Harga Emas Antam Turun Rp32.000 per Gram, Buyback Menurun
BYD M6 Tetap Terlaris, Harga Bekas di atas Rp 300 Juta 2026
Purbaya: Rupiah Beban Pedagang Tahu‑Tempe, Bingung Harga
Bonita Springs, Florida: Surga Pantai 300 Hari Sinar
Indonesia Menang 3-0 Oman, Akhiri Jeda 38 Tahun Bola
Mahasiswa Ciptakan AI Nuramma, Menang Swift Challenge 2026
