Empat Mahasiswa UB Raih Juara Kedua di Kompetisi Internasional

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Empat Mahasiswa UB Raih Juara Kedua di Kompetisi Internasional

Gambar atau konten salah?

Empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil mendapatkan juara kedua pada International Student Competition 2026 yang diadakan oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) di Universiti Putra Malaysia (UPM). Mereka adalah Dastino Putra Rendy Lovind dan Anggie Fadillah Dwiva dari Teknik Bioproses, serta Livy Noer Azizah dan Rifda Alfia Safina dari Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).

Keempat mahasiswa ini menerima penghargaan berkat inovasi mereka yang bernama BUDDY (Breast Urgency Detection Device with Thermography). BUDDY merupakan sistem deteksi dini kanker payudara yang menggunakan kamera termal. Sistem ini dapat dioperasikan melalui aplikasi di ponsel dan memberikan hasil dalam waktu cepat, sekitar 5-10 menit.

Dastino Putra Rendy Lovind menjelaskan bahwa ide BUDDY muncul dari kepekaan mereka terhadap keterbatasan dalam pemeriksaan kanker payudara yang masih bergantung pada metode konvensional seperti SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dan SADANIS (pemeriksaan klinis). Kedua metode ini sering kali mengalami kendala, seperti kurangnya edukasi, ketidaknyamanan, dan akses yang terbatas.

Dengan BUDDY, pengguna dapat melakukan pemeriksaan sendiri di rumah dengan cara yang cepat dan mudah. Prosesnya dimulai dengan mengisi survei, kemudian pengguna akan difoto menggunakan kamera termal dari jarak 60 cm. Data yang dikumpulkan kemudian akan dikirim ke server BUDDY untuk dianalisis menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang telah dilatih dengan ribuan foto contoh.

Aplikasi ini memiliki dua komponen utama: kamera termal sebagai "mata" untuk melihat, dan perangkat lunak sebagai "otak" dari sistem. Dastino menambahkan bahwa aplikasi ini juga dilengkapi dengan AI yang telah dilatih secara khusus.

Meskipun meraih prestasi internasional, Dastino dan tim menghadapi tantangan dalam menutupi biaya registrasi sebagai finalis. Beruntung, fakultas dan tim mereka memberikan bantuan sebagian dari total biaya tersebut. Dastino berharap agar pihak kampus dapat memberikan lebih banyak dukungan, terutama dalam hal pendanaan, untuk mendorong mahasiswa berpartisipasi dalam lomba internasional.

Selain itu, BUDDY telah didaftarkan hak patennya dengan nomor EC00202467457 sejak 18 Juli 2024. Dastino berharap ide ini dapat dikomersialisasikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Inovasi BUDDY menunjukkan potensi besar dalam mempermudah deteksi dini kanker payudara, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap kesehatan. Keberhasilan mahasiswa ini menjadi contoh bahwa keberanian untuk berinovasi dapat membawa dampak positif.

mahasiswaUniversitas Brawijayajuara keduakompetisi internasionalBUDDYdeteksi kanker payudarakamera termalinovasi

Komentar

Memuat komentar...