Enam Pemuda Tarik Bangkai Ular Piton di Kendari Sabtu

Bayu K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
Enam Pemuda Tarik Bangkai Ular Piton di Kendari Sabtu

Gambar atau konten salah?

Di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebuah video menampilkan aksi menegangkan: enam pemuda menarik bangkai ular piton sepanjang 6 meter menggunakan motor. Aksi ini terjadi di jalanan kota pada hari Sabtu, 18 April 2026, dan segera menjadi tontonan warga yang lalu lalang.

Dalam rekaman tersebut, para pemuda terlihat mengikat ular dengan tali, lalu menyeretnya di atas trotoar. Beberapa kali mereka berhenti, kemudian memutar kembali motor dan melanjutkan penarikan. Pengendara di sekitar terpaksa memperlambat laju kendaraan karena kehadiran bangkai yang menakutkan.

Menurut informasi yang dikumpulkan, ular piton itu ditemukan dalam kondisi mati setelah terlindas mobil di Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kendari pada dini hari Jumat, 17 April 2026. Seorang warga bernama Dewa, yang menjadi saksi, mengatakan bahwa ia melihat bangkai tersebut tergeletak di jalan sebelum akhirnya diarak.

“Katanya mereka temukan ini ular sudah kondisi mati. Panjangnya sekitar 6 meter,” kata Dewa kepada penulis. Ia menambahkan, “Saya dapatnya pas keluar lorong, ada sekitar 6 orang anak-anak muda mereka seret.”

Dewa juga menjelaskan bahwa para pemuda menyebutkan ular itu mati setelah terlindas mobil di kawasan Tobuuha. Mereka kemudian membawa bangkai tersebut untuk dibuang, namun tidak langsung membuangnya di tempat sampah. “Itu ular mati dilindas mobil yang melintas di Tobuuha. Jadi mereka bawa untuk dibuang, tapi mereka mengarah ke RS Korem,” jelasnya.

Walaupun tujuan akhirnya tidak jelas, aksi menyeret bangkai ular di jalanan menuai perhatian warga. Banyak yang merekam kejadian tersebut, menambah jumlah video yang beredar di media sosial. Namun, Dewa tidak mengetahui pasti apa yang terjadi setelah bangkai tersebut diangkut ke pusat kota.

“Tapi setelah saya belok ke arah berbeda, saya sudah tidak tahu lagi kejelasannya itu ular. Itu anak-anak kemarin mereka masih seret pakai motor,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyoroti bagaimana warga remaja dapat berinteraksi dengan hewan liar yang telah mati. Meskipun tidak ada upaya resmi untuk mengurus bangkai tersebut, tindakan mereka menciptakan perdebatan tentang cara menangani hewan mati di lingkungan perkotaan. Aksi ini juga menunjukkan betapa cepatnya informasi dapat menyebar melalui media sosial, memicu reaksi publik yang beragam.

Kendariular pitonpemudamotormedia sosialbangkai ularRS Korem

Komentar

Memuat komentar...