Es Krim Legendaris: 5 Gerai Klasik Sejak 1910 di Indonesia

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 107 dibaca
Bisik.id
Es Krim Legendaris: 5 Gerai Klasik Sejak 1910 di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Cuaca panas di Jakarta sering memaksa orang mencari cara sejuk, dan es krim menjadi pilihan utama. Bagi yang suka rasa klasik, lima gerai es krim legendaris masih beroperasi hingga kini, menambah warna kuliner kota dan daerah.

Es krim klasik sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan di Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Di banyak kota, gerai-gerai ini tetap eksis, menawarkan rasa yang tak lekang oleh waktu. Setiap gerai memiliki ciri khasnya, sehingga mengunjungi mereka bisa menjadi perjalanan nostalgia sekaligus penyejuk.

Toko Oen adalah ikon semarang yang sejarahnya dimulai pada 1910 di Yogyakarta. Menurut situs resmi, toko ini didirikan oleh Liem Gien Nio, yang lebih dikenal sebagai Oma Oen. Pada 1922 toko berubah menjadi restoran, menambah menu hidangan Belanda, Indonesia, dan China. Gerai ini tidak hanya berlokasi di Yogyakarta, tapi juga pernah membuka cabang di Malang dan Batavia. Setelah membeli gedung di semarang, Toko Oen menetap di kota tersebut, menjadi tempat favorit bagi pecinta es krim dan makanan tradisional.

Di Bandung, Sumber Hidangan tetap menjadi landmark sejak 1929. Awalnya dikenal sebagai Het Snoephuis (Rumah Manis), gerai ini berganti nama menjadi Sumber Hidangan pada 1960-an. Meskipun terkenal sebagai bakery, ia juga menyajikan es krim klasik. Varian yang tersedia meliputi vanili, mocca, cokelat, dan tutti fruti. Harga es krim mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 35.000. Selain roti, es krim di Sumber Hidangan menjadi pilihan bagi yang ingin menikmati rasa tradisional tanpa harus jauh dari kota.

Gerai Zangrandi berlokasi di Surabaya, tepatnya di Jalan Yos Sudarso No. 15. Didirikan pada 1930 oleh keluarga Roberto Zangrandi asal Italia, Zangrandi kini hadir di beberapa kota, termasuk Jakarta. Es krimnya dibuat secara handmade, menggunakan bahan alami seperti susu segar, buah segar, dan gula pasir. Menu andalan, Macedonia, dijual seharga Rp 50.000. Selain itu, gerai ini menawarkan cassata, tutti frutti, black forest, Bali dream, fruit parade, dan lain-lain.

Gerai Ragusa Es Italia berada di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, dan telah berdiri sejak 1932. Pemilik awalnya adalah dua orang Italia, Luigi Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Es krim Ragusa dibuat dari susu sapi segar tanpa bahan pengawet. Ada tujuh varian dasar: cokelat, vanila, moka, stroberi, nougat, durian, dan rum kismis. Menu paling populer adalah spaghetti ice cream dan banana split. Harga mulai dari Rp 20.000.

Di Solo, gerai Es Krim Tentrem sudah beroperasi sejak 1952. Terletak di Jalan Slamet Riyadi, gerai ini pernah tutup sementara, namun kini kembali buka dengan nama New Ice Cream Tentrem. Selain varian klasik, mereka menawarkan Banana Split, Sandwich Es Krim, dan Tutti Frutti. Harga mulai dari Rp 20.000.

Kelima gerai ini menunjukkan bahwa es krim klasik masih memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia. Dari Yogyakarta hingga Jakarta, setiap gerai mengekspresikan cita rasa yang berbeda namun tetap mempertahankan kualitas dan tradisi. Mereka menjadi saksi perjalanan kuliner Indonesia, dari masa kolonial hingga zaman modern, dan tetap menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin menenangkan dahaga di tengah panasnya kota.

es krim klasikgerai es krimIndonesiaJakartaYogyakartaToko OenSumber Hidangan

Komentar

Memuat komentar...