Eta Debut Interim Union Berlin, Wanita Bundesliga
Gambar atau konten salah?
Marie-Louise Eta menorehkan sejarah di Bundesliga ketika ia memimpin Union Berlin pada laga melawan Wolfsburg di Stadion Alten Forsterei pada 18 April 2026. Di pinggir lapangan, ia terlihat mengarahkan skuad Die Eisernen, menandai debutnya sebagai pelatih interim.
Ia menggantikan Steffen Baumgart yang dipecat akhir pekan lalu. Union Berlin memutuskan untuk mengangkatnya dari posisi pelatih tim U-19 menjadi pelatih interim tim utama hingga akhir musim ini. Pertandingan pertama di Bundesliga berakhir dengan skor 2-1, menandai kekalahan melawan Wolfsburg.
Berawal dari karier sebagai pemain, Marie-Louise Eta lahir di Dresden pada 19 Juli 1991. Ia bermain aktif antara 2007 dan 2018, menempati posisi di beberapa klub wanita Jerman seperti FFC Turbine Potsdam, Hamburg SV, dan Werder Bremen.
Keberhasilan terbesar datang saat ia bersama Turbine Potsdam. Di sana, ia meraih enam gelar, termasuk tiga kali juara Frauen Bundesliga dan satu kali menjuarai Liga Champions Wanita. Setelah pensiun pada 2018, ia melanjutkan karier di dunia pelatihan.
Setelah pensiun, ia memimpin tim junior Werder Bremen dan menjadi asisten tim nasional putri Jerman kelompok umur. Pada 2023, ia memperoleh lisensi kepelatihan Pro dan menjadi asisten pelatih Union Berlin U-19. Tahun yang sama, ia menjadi asisten pelatih perempuan pertama di Bundesliga ketika menggantikan Sebastian Bonig yang mengambil cuti.
Ketika Union Berlin berpartisipasi di Liga Champions pada 2024, Eta tetap menjadi bagian staf pelatihan di bawah pelatih Nenad Bjelinca. Ia menjadi asisten pelatih perempuan pertama di kompetisi tertinggi klub-klub Eropa.
Di 2025, Eta ditunjuk sebagai pelatih tim putra Union Berlin U-19. Sejak pemecatan Steffen Baumgart, ia dipromosikan menjadi pelatih interim skuad utama setahun berikutnya. Union Berlin meminta Eta menugaskan skuad utama hingga akhir musim 2025/2026, dengan tujuan menjaga posisi di Liga Jerman.
Ia menjadi perempuan kedua dalam sepakbola Jerman yang memimpin skuad utama tim putra, setelah Sabrina Wittmann, pelatih divisi 3 FC Ingolstadt 04. Sebagai pelatih perempuan pertama di Bundesliga, Eta berharap dapat membantu klub mencapai target akhir musim.
“Saya senang berada di sini sekarang dan saya melakukan yang terbaik untuk membantu tim bersama-sama dengan staf pelatih. Pada akhirnya saya tidak sendirian kok,” kata Eta dalam laman resmi Bundesliga.
“Kami dibantu banyak orang-orang baik sekarang dan kami akan menjalani langkah ini bersama0sama dan mendukung sama lain. Seperti yang saya bilang, tim ini masih punya harapan,” ujarnya.
Dengan pengalaman sebagai pemain sukses, pelatih junior, dan asisten di level tertinggi, Marie-Louise Eta membawa perspektif baru ke Union Berlin. Peranannya menandai langkah penting bagi perempuan dalam sepakbola Jerman, membuka pintu bagi lebih banyak pelatih wanita di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
Berita Terbaru
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Safari Apple: Kecepatan, Baterai, dan Privasi Unggul
