Evi Mustikawati: Hoax Rangkap Jabatan RSUD Haji Sulsel

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Evi Mustikawati: Hoax Rangkap Jabatan RSUD Haji Sulsel

Gambar atau konten salah?

Evi Mustikawati Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa kabar menudingnya masih menjabat sebagai Direktur RSUD Haji Makassar adalah hoax. Ia menyatakan tidak ada rangkap jabatan.

Isu tersebut muncul dari sebuah postingan di media sosial yang menampilkan papan struktur internal RSUD Haji Makassar. Papan tersebut menunjukkan nama Evi sebagai direktur rumah sakit, padahal ia sudah tidak lagi memegang jabatan itu.

“Terkait berita ini semua tidak benar. Sejak 01 November saya sebagai Kadis Kesehatan dan sejak saat itu saya tidak lagi menjabat direktur di RS Haji. Dr Rachma Syahrir SpKK MKes yang menggantikan saya sebagai direktur definitif RS Haji,” jelas Evi dalam keterangannya, Kamis (30 April 2026).

Evi menambahkan bahwa papan struktur internal RSUD Haji hanya merupakan masalah teknis. Ia mengaku bahwa papan tersebut belum diubah sejak ia resmi menjadi Kepala Dinas Kesehatan.

“Bisa saja papan struktur itu belum diganti, itu hal biasa. Tapi secara Administrasi saya bukan lagi Direktur RS Haji semenjak dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam membaca dan menilai informasi yang beredar. Evi mengimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi.

“Saya sekali lagi menegaskan tidak ada rangkap Jabatan hingga hari ini, jadi saya sampaikan kepada publik bahwa berita yang beredar tidak benar,” tegas Evi.

Evi resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman pada 01 November 2025. Pelantikan ini menandai perubahan kepemimpinan yang bertujuan melanjutkan program peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Sulsel.

Berikut capaian yang pernah diraih Evi selama memimpin Dinkes Sulsel:

  • Terbaik Regional 2 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG): Sulsel meraih penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Regional 2 Nasional untuk program CKG dengan kehadiran terbanyak, diumumkan pada Desember 2025.
  • Peningkatan Pemeriksaan Kesehatan (HPV DNA): Dinkes Sulsel aktif melakukan pemantauan dan deteksi dini kanker serviks, melalui pemeriksaan HPV DNA untuk menekan angka kanker pada perempuan.
  • Percepatan Deteksi TBC: Melakukan kolaborasi lintas sektor untuk percepatan penemuan kasus TBC melalui deteksi dini pada kelompok berisiko, seperti yang dilakukan di lingkungan Satpol PP pada Februari 2026.
  • Penguatan Komitmen Kesehatan Pegawai: Menekankan pentingnya pelayanan kesehatan sebagai aset penting bagi personel Pemerintah Provinsi Sulsel.
  • Transformasi dan Pemerataan Layanan: Fokus pada redistribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan agar pelayanan di rumah sakit dan unit kesehatan lebih merata dan dekat dengan masyarakat.

Secara keseluruhan, Evi menegaskan bahwa ia tidak lagi menjabat sebagai direktur RSUD Haji Makassar sejak dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Informasi yang beredar tentang rangkap jabatan tidak benar dan harus dipertanyakan kebenarannya.

Evi Mustikawati ArifinKepala Dinas Kesehatan Sulawesi SelatanRSUD Haji Makassarhoaxprogram CKGdeteksi HPV DNAdeteksi TBC

Komentar

Memuat komentar...